DED Alun-alun Ciamis Rampung, Pemkab Ciamis Harus Bersiap Sediakan Anggaran Rp. 21 Milyar

Desain gambar ilustrasi revitalisasi Alun-alun Ciamis yang disodorkan oleh pihak konsultan. Desain gambar ini masih mentah dan dimungkinkan akan dilakukan beberapa perubahan. Foto: Istimewa

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Pengerjaan Detail Engineering Design (DED) revitalisasi kawasan Alun-alun Ciamis yang dikerjakan oleh pihak konsultan sudah rampung. Kini Pemkab Ciamis harus bersiap menyediakan anggaran sebesar Rp. 21 milyar apabila ingin mewujudkan konsep taman yang tampak megah tersebut. Namun begitu, dalam perjalanan pembangunannya, masih bisa dilakukan perubahan, karena konsep yang tertuang dalam DED hanya sebagai acuan dasar.

Kabid Kebersihan, Persampahan dan Pertamanan DPRKPLH Kabupaten Ciamis, Bayu Rahkmana, mengatakan, DED revitalisasi kawasan Alun-alun Ciamis yang baru selesai dikerjakan pihak konsultan belum menjabarkan detail ke masing-masing fasilitas yang akan dibangun. DED tersebut, ujar dia, hanya menjabarkan konsep taman dan fasilitas apa saja yang akan dibangun.

“Seperti detail RAB (Rencana Anggaran Biaya) masing-masing fasilitas belum dirumuskan semua pada DED. Hanya RAB untuk proyek tahun ini saja yang sudah dihitung pada pengerjaan DED tersebut. Tahun ini kami sudah menganggarkan sekitar Rp. 2 milyar untuk memulai program revitaliasi Alun-alun Ciamis,” katanya, kepada Koran HR, Selasa (31/07/2018).

Bayu menambahkan DED yang sudah dikerjakan pihak konsultan hanyalah acuan dasar dalam merevitalisasi kawasan Alun-alun. Apabila dalam perjalanannya terjadi revisi konsep sekalipun, kata dia, tidak menjadi masalah. Karena DED hanya berfungsi sebagai perencanaan.

“Kalau seandainya kedepan ada perubahan konsep dengan dilakukan penambahan fasilitas, misalnya, seperti akan membangun basement tempat parkir di area food court, tidak apa-apa. Begitupun seandainya akan mengurangi satu atau beberapa fasilitas sebagai bentuk penghematan anggaran, juga tidak jadi masalah. Artinya, DED itu hanya sebatas rencana dan tidak wajib harus direaliasikan semuanya,” ujarnya.

Bayu mengatakan, DED revitalitasi kawasan Alun-alun Ciamis yang disodorkan pihak konsultan tidak mengalami perubahan konsep. Pemkab Ciamis sebagai pihak yang memberikan pekerjaan sudah menerima konsep yang disodorkan pihak konsultan. “Jadi, DED revitaliasi Alun-alun Ciamis yang sudah disahkan seperti yang sudah diberitakan di media. Karena tidak ada perubahan pada saat pekerjaannya diterima oleh pihak Pemkab Ciamis,” imbuhnya.

Bayu mengungkapkan, anggaran yang dibutuhkan untuk merevitalisasi Alun-alun Ciamis atau untuk mewujudkan konsep gambar yang dibuat oleh konsultan diperlukan anggaran sebesar Rp. 21 milyar atau dengan estimasi harga kontruksi sebesar Rp. 700 ribu per meter persegi.

“Anggaran Rp. 21 milyar itu angka standar atau berdasarkan penghitungan dari konsep yang disodorkan oleh konsultan. Kalau sepertinya ada tambahan lagi, bisa lebih dari Rp. 21 milyar,” ujarnya.

Namun begitu, kata Bayu, pembangunan proyek revitalisasi Alun-alun Ciamis tidak dilangsungkan dalam satu tahun anggaran, tetapi dilakukan secara bertahap atau dalam beberapa tahun anggaran.

“Untuk anggaran tahun 2018 ini, ada proyek revitalisasi Alun-alun Ciamis sekitar Rp. 2 milyar. Anggaran itu akan dialokasikan untuk membangun kawasan taman dan area berkumpul warga di sekitar air mancur. Tahun anggaran 2019 mendatang kita akan mengajukan lagi anggaran sekitar Rp. 5 milyar untuk melanjutkan progres berikutnya. Artinya, dalam beberapa tahun kedepan, kita upayakan untuk terus melanjutkan konsep desain revitalisasi Alun-alun Ciamis sampai tuntas,” terangnya.

Bayu menjelaskan, pada konsep revitalisasi Alun-alun Ciamis, terdapat beberapa titik fasilitas baru yang akan dibangun. Pertama, area taman air mancur yang dilengkapi tempat duduk yang bisa digunakan warga untuk bersantai. Pada area taman pun terdapat area jalan sempit yang melingkar untuk warga berjalan-jalan mengelilingi alun-alun. Tempat itu akan dibangun di lahan eks Taman Raflesia.

Sementara di areal Alun-alun Ciamis, lanjut Bayu, akan dibangun sebuah plaza atau area terbuka untuk tempat berkumpul warga. “Kalau pada gambar, ada lingkaran berwarna ungu, itu area plaza. Di area itupun bisa digunakan tempat bermain skateboard untuk anak muda dan arena bermain lainnya. Apabila area plaza dibangun, jalan yang membelah Alun-alun dan eks taman Raflesia akan ditutup dan lahannya akan dibangun untuk area plaza tersebut,”terangnya.

Sementara di area ujung eks taman reflesia atau yang saat ini terdapat reklame bilboord, lanjut Bayu, akan dibangun area food court atau tempat para PKL direlokasi. Semua PKL yang kini berada di Alun-alun Ciamis, nantinya akan direlokasi ke tempat itu.

“Food court ini dibangun 3 lantai. Lantai pertama untuk parkir mobil, lantai kedua untuk parkir motor dan lantai tiga untuk area food court. Dari area eks taman reflesia nantinya akan ada jembatan penyebrangan untuk pejalan kaki menuju ke area food court,” terangnya.

Ketika ditanya revitalitasi Alun-alun Ciamis ini ditargetkan rampung dalam waktu berapa tahun kedepan, Bayu mengatakan, hal itu bagaimana kebijakan dari Pemkab Ciamis. “Saat ini kita hanya membuat konsep desainnya dulu. Hal itu agar revitalisasi terkonsep dan terarah dengan baik. Mengenai kapan revitalisasi Alun-alun ini akan tuntas, itu kembali lagi kepada kebijakan. Hanya saja, dengan adanya DED ini, penataan kawasan perkotaan Ciamis akan lebih terencana serta terarah dengan baik,” ujarnya. (Bgj/Koran-HR)

Berita Terkait

Alun-alun Ciamis Akan Dibangun Super Megah, di Sebelahnya Ada ‘Ciamis Square’

Begini Konsep Revitalisasi Alun-alun Ciamis yang Akan Telan Anggaran Rp. 21 Milyar

KOMENTAR ANDA