Disukai Luar Daerah, Kopi Luwak Patroman Kurang Diminati di Banjar

Diakui Husni Mubarok, salah satu pembuat kopi luwak Patroman. Foto: Muhafid/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Kopi merupakan salah satu minuman favorit orang Indonesia. Sehingga tidak salah jika saat ini banyak bermunculan tempat nongkrong atau kedai kopi di berbagai titik di Indonesia, tak terkecuali Kota Banjar.

Meski begitu, rupanya kopi yang berasal atau asli dari Kota Banjar masih belum begitu familiar di tengah masyarakat. Bahkan masih sulit dijumpai di kedai-kedai kopi yang ada di Banjar.

Diakui Husni Mubarok, salah satu pembuat kopi luwak Patroman, bahwa kopi lokal asal Banjar yang saat ini terus dikenalkan dan diperjuangkan olehnya ke masyarakat, kurang begitu dilirik.

Pasalnya, selain belum mendapatkan sertifikat roastery yang menjadi alat ukur masyarakat, kopi lokal Banjar yang ada saat ini juga masih perlu adanya peralatan yang memadai untuk proses pengolahannya.

“Sejak dirintis pada April 2017 lalu, saya masih menggunakan alat seadanya. Meskipun begitu, soal cita rasa dan kualitas terus saya ujicoba di berbagai tempat dan event sekaligus mengenalkan kopi asli Banjar. Namun, sampai saat ini justru respon baiknya malah dari luar daerah, bukan dari Banjar sendiri,” kata Husni kepada Koran HR belum lama ini.

Padahal, kopi buatannya ini sangat diakui. Terbukti dirinya melaju sebagai nominator pemuda pelopor di tingkat Jawa Barat bidang pangan 16 Juli 2018 lalu mewakili Kota Banjar.

“Setelah kegiatan Pemuda Pelopor, saya ditawari untuk ikut menjadi perwakilan dari Jawa Barat dalam lomba yang digelar Astra World di Jakarta, bersama 3 peserta dari Jabar untuk berkompetisi tingkat nasional,” kata Husni.

Melalui berbagai kompetisi tersebut, Husni yakin Kopi Luwaknya akan semakin dikenal oleh masyarakat di tingkat nasional, walaupun di daerahnya sendiri kurang begitu dilirik.

Selain upaya untuk mendapatkan pengakuan dari masyarakat, kopi luwak asli Banjar ini akan terus ditingkatkan kualitasnya, dikembangkan cara pengolahannya dan pengemasan terus diperbaiki. Hal itu tiada lain untuk meyakinkan konsumen.

“Semoga saja ke depan bisa lebih meningkat lagi. Ini juga sebagai bentuk pengabdian saya untuk mengenalkan Kota Banjar di berbagai daerah di bidang pangan,” pungkasnya. (Muhafid/Koran HR)

KOMENTAR ANDA