Hati-hati! Tidur dengan Kipas Angin Menyala Bahaya Bagi Kesehatan

Tidur dengan kipas angin menyala. Photo: Net/Ist.

Berita Kesehatan, (harapanrakyat.com),- Akibat suhu udara yang panas di malam hari, banyak orang terbiasa tidur dengan kipas angin menyala agar bisa nyenyak. Bagi sebagian orang, tidur sambil menyalakan kipas angin adalah sebuah keharusan.

Dikutip dari laman Sleep Advisor, selain menyejukan, menyalakan kipas angin juga dapat menyingkirkan nyamuk yang menggangu saat tidur. Selain itu, orang terbiasa tidur dengan kipas angin menyala biasanya akan menikmati sensasi yang bernama white noise.

White noise digambarkan berupa cahaya putih yang mencakup semua frekuensi suara pada pendengaran manusia. Selain dari kipas angin, white noise juga dapat dihasilkan dari suara hujan lebat dan suara jangkrik. Efek tersebut memberikan kenyamanan yang membuat tidur bisa lebih nyenyak.

Berdasarkan hasil penelitian yang diterbitkan jurnal American Psychological Association, menemukan suara kipas angin dapat membantu seseorang tertidur lelap lantaran mempengaruhi sleep spindle (lonjakan aktivitas saraf yang muncul selama tidur) di otak.

Menyalakan kipas angin ketika tidur sebaiknya dihindari, meskipun tubuh jadi terasa nyaman. Namun, hal tersebut bisa menimbulkan sejumlah masalah bagi kesehatan.

Banyak debu yang menempel pada kipas angin dan itu akan bercampur dengan udara di dalam ruangan. Sehingga, Anda menghirup oksigen dari udara yang tercemar dengan debu tersebut. Akibatnya kulit menjadi kering dan alergi dari angin yang dihasilkan kipas listrik.

Jadi, bagi Anda yang terbiasa tidur dengan menyalakan kipas angin menghadap langsung ke badan perlu berhati-hati. Sebab, hembusan angin dari kipas listrik bisa membuat tubuh terasa ngilu dikarenakan udara yang dihasilkan mengakibatkan otot menegang.

Selain itu, hindari pula mengarahkan kipas angin langsung ke wajah. Karena, tubuh akan kekurangan oksigen yang mengakibatkan dehidrasi. Kondisi terburuknya, otot wajah menegang membuat Anda mengalami bell palsy. (Eva/R3/HR-Online)

Loading...