Musim Kemarau, Puluhan Hektar Sawah di Pamarican Ciamis Gagal Panen

Puluhan hektar sawah di Desa Sukamukti, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, mengalami gagal panen akibat musim kemarau. Photo: Suherman/HR.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Musim kemarau ini, puluhan hektar sawah di wilayah Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengalami gagal panen akibat kekeringan serta buruknya saluran irigasi yang mengairi areal pesawahan.

Seperti halnya di Desa Sukamukti, Kecamatan Pamarican, sedikitnya ada 50 hektar sawah yang mengalami kekeringan sejak usia tanam padi. Petani pun mengalami kerugian akibat tanaman padinya tidak bisa panen.

“Sulitnya air membuat tanaman padi kami tidak mampu bertahan hidup. Ya, lihat saja kondisinya begini. Semua tanaman padi milik saya kering, padahal biaya tanam di sini cukup tinggi, jelas saya rugi lah,” ungkap Busro, salah seorang petani di Desa Sukamukti, saat ditemui Koran HR, di sawahnya, Selasa (31/07/2018).

Busro juga mengatakan, lahan sawah miliknya mengalami kekeringan sejak awal masa tanam. Selain akibat musim kemarau, buruknya saluran irigasi ke wilayah tersebut menjadi penyebab utama gagalnya panen di tahun ini.

Ketua Gapoktan Desa Sukamukti, Hamid, menambahkan, bahwa situasi gagal panen di wilayahnya terjadi sejak buruknya saluran irigasi ke wilayah pertanian di Desa Sukamukti, dimana dalam setahun petani hanya bisa panen normal satu kali.

Dia pun berharap Pemerintah Kabupaten Ciamis segera turun tangan untuk memecahkan persoalan kekeringan di wilayah Desa Sukamukti. Tercatat ada 50 hektar lahan sawah di Desa Sukamukti yang gagal panen.

“Sisanya masih bisa panen meski hasilnya sangat minim. Dalam peraturan ubin petani paling pol hanya bisar mengasilkan gabah sebanyak 3 kwintal basah, dan untuk yang 50 hektar itu semuanya tidak panen alias fuso,” terangnya.

Dengan sering terjadinya ancaman kekeringan yang nyata, lanjut Hamid, dirinya berharap Pemkab Ciamis melalui Dinas Pertanian bisa mendengar keluhan petani di Desa Sukamukti yang menginginkan adanya saluran irigasi yang bisa mengairi seluruh lahan pertanian di wilayahnya. Karena selama ini pompanisasi tidak pernah mampu untuk menanggulangi kebutuhan air saat musim kemarau.

Di tempat terpisah, Kepala Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pamarican, Ani, membenarkan terkait adanya kekeringan lahan pertanian yang mengakibatkan para petani mengalami gagal panen.

“Kami telah mendata kekeringan terparah saat ini yang mengakibatkan gagal panen, yakni ada di tiga desa yang melipui Desa Sukamukti seluas 10 hektar, Desa Sukajadi 10 hektar, dan Desa Sidaharja 10 hektar. Sementara, untuk wilayah Desa Sukahurip masih bisa panen, meski hasilnya jauh dari kata normal,” terang Ani. (Suherman/R3/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA