Patilasan Leluhur Masyarakat Cijulang Pangandaran Ini Sudah Puluhan Tahun Dibiarkan Rusak

Patilasan Prabu Kuncung Putih yang berada di dekat areal Bandar Udara (Bandara) Nusawiru, Desa Kodangjajar, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, kondisnya kini tak terawat, bahkan hampir punah. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Sebuah tempat keramat atau tepatnya patilasan Prabu Kuncung Putih yang berada di dekat areal Bandar Udara (Bandara) Nusawiru, Desa Kodangjajar, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, kondisnya kini tak terawat, bahkan hampir punah.

Padahal, Prabu Kuncung Putih ini, berdasarkan cerita dalam babad Kacijulangan, merupakan salah satu tokoh yang membuka hutan belantara menjadi sebuah permukiman masyarakat di Kecamatan Cijulang pada sekitar abad 16. Prabu Kuncung Putih pun salah satu tokoh Cijulang yang sangat disegani masyarakat pada jamannya.

Kasepuhan Cijulang, Abah Kundil, mengatakan, Prabu Kuncung Putih bisa dikatakan sebagai leluhur masyarakat Cijulang. Pasalnya, Prabu Kuncung Putih ini salah satu tokoh yang memiliki andil besar saat pembabatan hutan belantara menjadi kawasan permukiman di Kecamatan Cijulang.

“Peran serta jasa Prabu Kuncung Putih dalam membuka peradaban manusia di Cijulang tercatat dalam cerita Babat Kecijulangan,”ujarnya, Minggu (05/08/2018).

Menurut Abah Kundil, rusaknya patilasan Prabu Kuncung Putih memang sudah sejak lama atau tepatnya saat pengembangan pembangunan Bandara Nusawiru pada tahun 1997. “Kebetulan waktu itu masih jaman orde baru. Jadi, masyarakat maupun kasepuhan tidak ada yang berani memprotes. Karena takut diintimidasi pemerintahan pada saat itu. Kami hanya bisa mengulus dada ketika peninggalan leluhur kami rusak akibat terdampak pembangunan bandara,”ujarnya.

Hingga saat ini, kata Abah Kundil, kerusakan di patilsan itu belum diperbaiki. Malah dibiarkan tanpa ada yang merawat. Padahal, patilisan itu hingga sekarang masih sering dikunjungi para peziarah lokal maupaun dari luar daerah.

“Warga yang berziarah ke tempat leluhur Cijulang, pasti mengetahui 5 lokasi yang harus dikunjungi, salah satunya patilasan Prabu Kuncung Putih ini. Kadang kasepuhan di sini merasa malu apabila mengantar peziarah datang ke lokasi itu. Karena kondisinya sudah rusak,” katanya.

Menurut Abah Kundil, dalam kitab Kacijulangan, terdapat 5 tokoh yang dikultuskan sebagai leluhur masyarakat Cijulang, diantaranya Janglangas, Sembah Jagadiwiru, Amangkurat Mangkurasa, Prabuwaseh dan Prabu Kuncung Putih. (Mad2/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA