Pelaku Jambret Handphone di Ciamis Dibekuk Polisi Berkat Alat Pelacak Sinyal

Kapolres Ciamis, AKBP Bismo Teguh Prakoso, bersama jajarannya, saat menggelar ekspose perkara kasus jambret, di Mapolres Ciamis, Rabu (08/08/2018). Foto: Dian Sholeh Wardiana/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Jajaran Satreskrim Polres Ciamis berhasil menangkap pelaku penjabretan berinsial RH (27), warga Dusun Desa, Desa Cieurih, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, belum lama ini. Pelaku sebelumnya dilaporkan menjambret sebuah handphone android yang tengah dimainkan oleh anak balita, di sebuah warung yang berada di Jalan Raya Buniseuri, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis.

Namun, pelaku tampaknya seorang penjahat amatiran. Pasalnya, ketika usai melakukan aksinya, handphone hasil rampasan dari korbannya tidak dimatikan. Dengan begitu, polisi dengan mudah mengetehui jejak pelaku setelah melakukan pelacakan sinyal melalui alat GPS. Setelah keberadaan pelaku diketahui, polisi langsung melakukan penangkapan.

Kapolres Ciamis, AKBP Bismo Teguh Prakoso, saat menggelar ekspose perkara, di Mapolres Ciamis, Rabu (08/08/2018), mengatakan, kasus ini bermula setelah pihaknya mendapat laporan dari Dwinanto (42), yang merupakan orangtua korban.

Bismo menjelaskan, kasus penjambretan ini berawal ketika pelaku RH datang ke sebuah warung untuk membeli bensin, di jalan raya Buniseuri, Kecamatan Cipaku, Sabtu (28/07/2018) lalu sekitar pukul 18.00 WIB.

Saat pelaku datang ke warung tersebut, ternyata pemiliknya tidak ada di tempat. Di warung itu hanya tampak dua orang anak pemilik warung, yakni Nayla (8) dan adiknya Arafat (3). Sementara ayahnya tengah pergi ke mesjid dan ibunya berada di dalam toko.

Saat membeli bensin, pelaku diterima oleh Nayla. Karena Nayla tidak bisa melayani pembelian bensin, kemudian mencari ibunya yang berada di dalam toko. Sementara seorang balita bernama Arafat (3), ditinggal di depan warung dan tengah asik bermain handphone.

Saat melihat seorang balita tengah memainkan handphone seorang diri, lanjut Bismo, membuat niat pelaku jadi berubah. Niat jahat untuk merampas handphone dari tangan si balita pun muncul. Sejurus kemudian, pelaku langsung menghampiri si balita dan kemudian merampas handphonenya. Saat dirampas, si balita sempat bertahan dan tak mau handphonenya diambil orang. Pelaku terpaksa mendorong tubuh si balita hingga akhirnya terjatuh. Setelah berhasil merampas handphone, pelaku langsung kabur.

Tak lama kemudian, Dwinanto (42), orangtua korban, datang ke warungnya dan mendapati anaknya sedang menangis sembari memberitahu handphone yang dipegangnya dibawa orang. Setelah itu, Dwinanto melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Menurut Bismo, tak butuh waktu lama untuk menangkap pelaku. Setelah melakukan pelacakan terhadap nomor dan email handphone korban, akhirnya keberadaan pelaku diketahui. Pada peta GPS diketahui bahwa handphone korban berada di daerah Selacai Kecamatan Cipaku.

Jajaran Satreskrim Polsek Cipaku langsung melakukan pengintaian terhadap rumah yang menurut pelacakan alat GPS terdapat handphone milik korban. “Saat melakukan penangkapan, anggota kami pun membekali ciri-ciri pelaku, yakni usianya masih muda, menggunakan jaket hitam dan menggunakan motor berwarna merah,” ujarnya.

Saat akan menyergap pelaku, kata Bismo, anggotanya melakukan koordinasi dengan warga setempat sekaligus menanyakan terkait ciri-ciri pelaku tersebut. Dari keterangan warga, memang benar di rumah itu ada seorang pemuda dan memiliki sepeda motor berwarna merah.

“Pelaku ditangkap di rumah orang tuanya di daerah Selacai Kecamatan Cipaku. Saat dilakukan penangkapan, orangtua pelaku sempat kaget kedatangan anggota kami. Namun, setelah diberi pengertian, akhirnya mempersilahkan anggota kami melakukan pemeriksaan terhadap anaknya,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan, ternyata ditemukan handpone milik korban yang posisinya tengah dicas di kamar pelaku. Selain itu, saat dilakukan interogasi, pelaku mengakui perbuatannya. Kemudian pelaku digelandang ke Mapolsek Cipaku untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

Bismo mengatakan, atas kejadian tersebut, pihaknya meminta agar masyarakat waspada terhadap setiap aksi kejahatan yang bisa mengintai kapan saja dan dimana saja. Menurutnya, kejahatan terjadi tidak selalu berawal dari niat si pelaku, tetapi karena ada kesempatan.

“Kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua, terutama dalam menjaga anak-anak kita agar terhindar dari aksi kejahatan. Intinya, jaga dan awasi terus anak-anak kita. Jangan sampai dibiarkan bermain sendiri tanpa pengawasan dari orangtuanya,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka akan dijerat pasal 365 ayat 1 dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. (DSW/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA