PPDB Madrasah di Pangandaran Meningkat

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kemenag Pangandaran, Ahmad Buhaeti. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di lingkungan Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Pangandaran mengalami kenaikan di tahun ajaran 2018/2019. Kenaikan jumlah siswa baru tersebut sangat memperngaruhi beban kerja guru maupun penyediaan sarana dan prasarana sekolah.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kemenag Pangandaran, Ahmad Buhaeti, mengatakan, di tahun ajaran baru 2018/2019 ini PPDB di lingkungannya mengalami peningkatan, di antaranya MI mengalami peningkatan 9 persen yang tahun sebelumnya hanya 1 persen, MTs sebanyak 6 persen dan MA sebanyak 26 persen.

“Kenaikan ini tentunya sangat berpengaruh pada guru maupun penyediaan sarana dan prasarana. Ini yang kita hadapi dan kita siapkan untuk menunjang pendidikan madrasah,” kata Ahmad Buhaeti kepada Koran HR, Senin (31/07/2018).

Dari kenaikan tersebut, lanjut Buhaeti, secara otomatis juga berdampak pada penyiapan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS), program Pangandaran Hebat, maupaun penyiapan anggaran sarana bangunan. Sebab, sampai saat ini masih banyak ruangan kelas yang kurang layak. Jika pada medio 2-3 tahun ini tidak ada rehab, kata Buhaeti, dipastikan akan banyak siswa yang belajar di luar kelas.

Persoalan tersebut diakuinya lantaran keterbatasan anggaran dari pemerintah pusat (Kemenag) dalam bantuan rehab. Tahun 2018 ini saja, kata Buhaeti, hanya mendapatkan 5 titik sekolah dan 2 sekolah mendapatkan bantuan mabeler serta kursi.

“Kami harap Pemda bisa memfasilitasi permasalahan tersebut dengan mengalokasikan anggaran baik untuk honorer maupun sarana serta prasarananya,” ujar Buhaeti.

Berdasarkan data yang dipaparkan Buhaeti, mulai jenjang RA yang berjumlah 113 lembaga tersebut terdapat guru PNS hanya 3 orang, inpasing 16 orang, GBPNS 39 orang dan sisanya belum terdaftar karena belum sarjana sebagaimana persyaratan. Adapun jenjang MI yang berjumlah 60 lembaga, terdiri dari 6 MI Negeri dan 54 MI Swasta. Sedangkan jenjang MTs sebanyak 33 lembaga dari 4 lembaga negeri dan 29 swasta. Kemudian untuk jenjang MA, terdapat 16 lembaga yang mana 2 di antaranya negeri dan 14 lainnya merupakan swasta.

“Dengan kondisi sarana prasarana yang serba terbatas dan kekurangan saja bisa seperti ini, apalagi bisa ditambah dan Pemda Pangandaran akan mengalokasikan 30 persen anggarannya untuk sarana sekolah Madrasah dan pemberian tunjangan bagi guru honorer di lingkup Madrasah. Maka dari itu, ini bisa menjadi daya dorong sendiri demi kemajuan masyarakat di daerah wisata. Kami sangat mengapresiasi Pemkab Pangandaran yang berkomitmen membantu madrasah,” pungkasnya. (Mad/Koran HR)

KOMENTAR ANDA