Rohmat, Pembuat Wayang Kulit “Made In” Banjar

Rohmat, warga Desa Mekarharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, sedang mempraktekan cara membuat wayang kulit. Foto : Muhafid/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Banjar, kota kecil di ujung Jawa Barat yang dikenal sebagai tempat singgah, memiliki aneka ragam budaya maupun tradisi leluhur yang masih bisa dijumpai sampai saat ini. Kota yang didominasi oleh Suku Sunda dan Jawa ini juga sangat lekat sekali dengan budaya yang dijunjungnya.

Seperti halnya keberadaan wayang golek yang merupakan seni khas Sunda dan wayang kulit yang identik dengan seni khas Jawa.

Di Kota Banjar, kedua seni tersebut masih sering dipentaskan dalam berbagai acara, baik yang digelar warga, kelompok maupun pemerintah. Sementara itu, para pengrajin wayang golek maupun kulit di Banjar juga masih bisa dijumpai.

Rohmat (80), warga Desa Mekarharja, Kecamatan Purwaharja, merupakan salah satu yang meneguhkan dirinya di bidang seni perwayangan, terutama pembuatan wayang kulit. Hobi yang tumbuh sejak kecil ketika masih Sekolah Rakyat (SR) itu, sampai saat ini masih dilakoninya walaupun generasi penerus di Kota Banjar terbilang jarang.

Lelaki paruh baya yang dilahirkan di Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah ini selalu memanfaatkan waktu luangnya untuk membuat wayang pemesannya, baik yang menggunakan kulit, fiber maupun kertas.

Di usia yang sudah tak muda lagi, Rohmat dalam menggarap wayang itu dilakukan sendiri berbekal alat cukil serta pengetahuan di bidang perwayangan.

“Semua dikerjakan sendiri dan melakukan ini sejak dulu. Pada saat era Presiden Soekarno, pernah mendapatkan order sekitar 2000 wayang, ya saya kerjakan sendiri. Sampai saat ini juga saya masih tetap setia membuat wayang, tapi itu kalau ada pesanan,” kata Rohmat saat berbincang dengan Koran HR di rumahnya, Senin (30/07/2018).

Meski pengetahuan yang didapatnya secara otodidak, namun hasil karyanya itu sudah tersebar ke berbagai daerah yang ada di Indonesia, terutama wilayah Jakarta, Jawa Barat, maupun Jawa Tengah.

Kendati dirinya baru sekitar dua tahun di Kota Banjar, namun kebiasaan membuat wayang yang menjadi kegiatan sehari-harinya terus dicari para pecinta wayang, bahkan pelanggan dari luar daerah rela ke kediamannya untuk melihat dan membeli wayang buatannya.

“Pernah ada turis datang ke sini untuk melihat proses pembuatan wayang dan mereka membelinya, katanya unik. Intinya siapa saja mau memesan ya tinggal datang ke sini. Mau karakter apa saja, dan bahannya apa saja siap saya kerjakan, itu sesuai dengan harga yang diinginkan. Kalau yang harganya lumayan itu dari bahan kulit. Sedang yang murah dari kertas dan harga standar dari fiber,” tutur Rohmat.

Rohmat mengaku, penerus pengrajin wayang kulit kian hari semakin jarang. Sehingga ia berpikir warisan budaya leluhur ini perlu dilestarikan oleh para pemuda dengan belajar ke orang yang sudah bisa.

Ia pun membuka lebar-lebar pintunya bagi siapa saja yang ingin belajar membuat wayang demi melestarikan wayang kulit, baik itu dari kalangan pelajar, mahasiswa atau masyarakat umum.

“Ya silahkan saja datang ke sini kalau mau belajar. Karena saya sudah berumur, saya tidak tahu lagi siapa nanti yang akan meneruskan. Anak saya juga tidak ada yang melanjutkan, kecuali ada satu yang saat ini sedang tahap belajar walaupun belum sempurna,” imbuh Rohmat.

Kaitannya dengan penjualan wayang yang ia lakukan, Rohmat hanya akan membuat ketika ada pesanan. Namun, saat ini ia juga memasang wayangnya untuk dijual di Bumdes Mekar Pratama.

“Saya akan terus membuat wayang karena saya sudah cinta di bidang seni ini. Dulu saya juga pernah melukis, tapi sekarang lebih fokus di wayang saja. Semoga kesenian tradisional ini tetap lestari dan berkembang, terutama di Kota Banjar,” tutupnya.

Ditemui terpisah, Ahmad Rujito, Bagian Pemasaran Bumdes Mekar Pratama, Desa Mekarharja, mengatakan, Rohmat merupakan salah satu nasabah di lembaganya. Dengan kemampuan membuat wayang yang dimiliki, pihaknya berinisiatif membantu penjualan baik secara offline maupun online.

“Kebetulan juga beliau nasabah kami. Makanya kita saling bantu saja. Alhamdulillah, baru satu minggu ini dipajang, dan kita share di medsos, permintaan sudah lumayan.

Bahkan, lanjutnya, Bumdes Mekar Pratama juga mengirim pesanan wayang karya Rohmat ke Kalimantan. “Mudah-mudahan saja ke depan semakin banyak pemesan dan Kota Banjar semakin dikenal dengan karya-karyanya,” singkat Ahmad. (Muhafid/Koran HR)

KOMENTAR ANDA