Saat di Pangandaran, Anggota DPR RI Didi Irawadi Ingatkan Pentingnya Persatuan & Kesatuan Bangsa

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, H. Didi Irawadi Syamsuddin, SH., dalam kegiatan sosialisasi 4 Pilar MPR RI, di Balai Desa Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran. Photo: Enceng/HR.

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Berita hoax dapat memecah belah anak bangsa. Untuk itulah pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Hal tersebut dikatakan Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, H. Didi Irawadi Syamsuddin, SH., dalam kegiatan sosialisasi 4 Pilar MPR RI, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, bertempat di Balai Desa Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Selasa (21/08/2018).

Dia juga mengatakan, menjelang Pemilu 2019 mendatang, masyarakat harus mewaspadai mengenai berita hoax. Seluruh pihak harus menjaga Pemilu yang damai, jangan mudah terpancing oleh isu-isu yang belum terbukti kebenarannya.

“Kita harus jaga persatuan dan kesatuan bangsa, sesuai dengan Pancasila sila ke 3. Pancasila terdapat persatuan Indonesia di sila ke 3. Pada saat Pilkada, kerap terjadi isu-isu yang justru mendorong terpolarisasinya masyarakat karna isu ras dan agama. Ini bagian dari cara-cara kotor untuk memenangkan calon yang mereka dukung. Padahal pondasi Bhinneka Tunggal Ika terletak pada sila ke 3,” paparnya.

Kemudian, lanjut Didi, yang harus digaris bawahi saat ini sosial media menjadi alat untuk mencari informasi pada masyarakat Indonesia. Sebagai contoh, di Indonesia menjadi tempat bagi 60 juta pengguna FB dan 20 juta lebih pengguna twitter. Arus informasi yang begitu cepat sehingga terkadang orang ‘menelan bulat-bulat’ berita yang beredar.

Berita hoax dapat menjadi teror bagi masyarakat, dan pembuat berita hoax dapat dikenakan pasal UU ITE dengan hukuman pidana 6 tahun penjara. Oleh karena itu, Didi mengingatkan agar warga desa tidak langsung percaya pada berita-berita bohong, serta mengamalkan apa yang menjadi pondasi negara.

“Mari kita jaga persatuan dan kesatuan negara ini, serta menjunjung tinggi Pemilu yang damai tanpa terpecah belah pada April 2019 mendatang,” pungkasnya. (Cenk/R3/HR-Online)