Sudah Hampir Dua Bulan, 460 KK di Banjaranyar Ciamis Alami Krisis Air Bersih

Ratusan Kepala Keluarga (KK) di wilayah Dusun Bulaksitu, Desa Banjaranyar, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, saat mendapat pembagian air bersih yang dilakukan Polres dan BPBD Kabupaten Ciamis, Senin (06/08/2018). Foto: Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Ratusan Kepala Keluarga (KK) di Desa Banjaranyar, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, sudah hampir dua bulan belakang ini mengalami krisis air bersih. Ratusan warga di wilayah itupun terpaksa memanfaatkan air Sungai Cisarua untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Dari pantauan Koran HR selama dua bulan terakhir ini, krisis air bersih paling parah terjadi di wilayah Dusun Bulaksitu, Desa Banjaranyar dan Dusun Sidamulya, Desa Cigayam, Kecamatan Banjaranyar.

Camat Banjaranyar, Wawan Hermawan, S.STP, didampingi Kasie Trantibum, Muhaemin Zahid S.Ip, ketika ditemui Koran HR, Senin (06/08/2018), mengungkapkan, sedikitnya 460 KK yang tersebar di tiga titik wilayah mengalami krisis air bersih.

“Untuk kebutuhan sehari-hari, sebagian warga terpaksa mengambil air dari Sungai Karangjambu dan Cisarua dengan jarak tempuh sekitar 2 sampai 4 kilometer,” katanya.

Zahid menyebutkan, ratusan warga yang mengalami krisis air bersih tersebut diantaranya, 130 KK berada di wilayah RT 01 dan RT 05 RW 06, Dusun Bulaksitu, Desa Banjaranyar. 200 KK berada di RT 08 dan RT 09 RW 06 Dusun Sidamulya. Dan 130 KK berada di wilayah Desa Pasawahan.

Menurut Zahid, dilihat dari kondisi saat ini, kemungkinan besar jumlah wilayah yang akan terkena dampak krisis air bersih akan bertambah. Sejauh ini untuk kebutuhan sehari-hari, selain mengandalkan air sungai, warga juga mendapatkan bantuan air bersih dari BPBD dan Polres Ciamis.

Di tempat yang sama, Kabid Kedaluratan dan Logistik BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, saat dikonfirmasi Koran HR, Senin (06/08/2018), mengaku masih mengupayakan pengiriman air bersih ke sejumlah titik wilayah krisis air bersih.

“Untuk wilayah Banjaranyar, insyaallah sesuai permintaan warga, kami akan lakukan pengiriman air bersih tiga hari sekali. Selanjutnya, kami juga akan melihat perkembangan, apalagi disini sudah ada sumur artesis. Jika nanti sumur artesis ini kembali beroperasi kemungkinan pengirimannya dihentikan,” katanya.

Menurut Ani, sudah ada sekitar lima kecamatan yang mengalami krisis air bersih. Kelima kecamatan itu antaralain, Kecamatan Ciamis, Pamarican, Banjaranyar, Cidolog dan Rancah.

Warga Bulaksitu Kecewa tak Kebagian Bantuan Air Bersih

Ratusan Kepala Keluarga (KK) di wilayah Dusun Bulaksitu, Desa Banjaranyar, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, mengaku kecewa lantaran tidak kebagian jatah air bersih, saat pembagian air bersih yang dilakukan Polres dan BPBD Kabupaten Ciamis, Senin (06/08/2018).

Kekecewaan tersebut diungkapkan warga dengan cara menendang dan mendorong tong penyimpanan air yang sudah mereka siapkan sebelumnya di pinggir jalan. Mereka mengaku kecewa dan merasa dianaktirikan oleh pemerintah daerah.

“Jelas kami kecewa, kenapa warga lain diberi jatah, sementara kami disini yang sejak pagi mengantri di pinggir jalan, malah tidak kebagian jatah. Padahal kami di sini benar-benar sangat membutuhkannya. Bayangkan saja, warga di sini saat ini selalu mengambil air bersih ke sungai dengan jarak tempuh lebih dari 4 kilometer. Sementara saat ada pembagian, kami malah tidak kebagian jatah,” kata Enung, warga Bulaksitu, Senin (06/08/2018).

Dari pantauan Koran HR, ratusan KK di Dusun Bulaksitu, Banjaranyar selama ini mengandalkan air dari Sungai Karangjambu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ketika air di Sungai Karangjambu habis, mereka kemudian beralih ke Sungai Cisarua dengan jarak tempuh sekitar 4 kilometer.

“Mending warga yang mempuyai kendaraan, mereka masih bisa mengambil air meskipun jaraknya jauh. Lha bagi para lansia yang tidak mampu pergi jauh, mereka terpaksa harus membeli air dengan harga 3000 perjerigennya. Dengan kondisi seperti saat ini, warga pun mandi hanya satu kali dalam sehari,” tambah Enung. (Suherman/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA