Sungai Cisamping di Batukaras Pangandaran jadi Tempat Pemerintahan Bangsa Siluman

Sungai Cisamping di Batukaras, Kabupaten Pangandaran. Photo: Mad2/HR.

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Berdasarkan cerita masyarakat, Sungai Cisamping menjadi salah satu tempat pemerintahan tingkat kecamatan bangsa siluman. Sungai tersebut berada di Dusun Mandala, Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Abah Ija (80), juru kunci Dusun Mandala, menyebutkan, bangsa siluman yang ada di Dusun Mandala tersebar di sejumlah tempat, diantaranya di Sungai Cisamping, kemudian jalur Cisamping dan Sungai Cieunteung, sekarang menjadi sasak gantung penghubung Desa Batukaras dengan Desa Cijulang, dan di tanjakan Mandala jalur dari Curug.

Di Sungai Cisamping terdapat dua siluman yang  bernama Si Gundul dan Si Pocol. Kedua siluman ini memiliki karakter dan sifat,yang berbeda. Begitu pula wilayah kekuasaannya.

Si Pocol punya karakter dan sifat yang baik, sementara Si Gundul karakternya jahat dan jahil. Bahkan saking jahatnya, Si Gundul sempat minta tumbal nyawa seorang manusia berjenis kelamin wanita.

“Saya pernah kedatangan Si Gundul, dia minta tumbal satu nyawa seorang wanita, tapi saya mengancamnya dengan ancaman kalau betah di Sungai Cisamping jangan coba-coba mengganggu bangsa manusia, terlebih sampai meminta tumbal. Sejak ancaman itu Si Gundul pun tidak berani minta tumbal nyawa atau pun iseng terhadap manusia yang melakukan aktivitas di Sungai Cisamping,” tutur Abah Ija.

Untuk wilayah kekuasaannya, wilayah Si Gundul mencakup Sungai Cisamping ke hilir Sungai Kalimati, sementara Si Pocol wilayah kekuasaannya dari hulu Sungai Cisamping, tepatnya Sungai Cirawun, Desa Masawah, sampai Sungai Cisamping, Dusun Mandala.

Abah Ija juga mengatakan bahwa Si Pocol mengaku terbiasa bolak-balik dari Sungai Cirawun ke Sungai Cisamping pada waktu sholat dzuhur dan sholat magrib. Wujudnya menyerupai keris atau binatang.

“Setiap malam Senin Keliwon, saat Si Pocol datang dari Sungai Cirawun menuju Sungai Cisamping, biasanya ditandai adanya cahaya yang menyala sampai-sampai menyilaukan pohon beringin yang ada di Sungai Cisamping,” terang Abah Ija. (Mad2/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA