Tausiah di Banjar, Yuki PasBand Ceritakan Kisah Hijrah & Dalami Islam

Yuki Pas Band bersama jemaah tabligh di masjid Al Lathhif, Jalan Gudang Kota Banjar, Senin (30/7/2018) malam. Foto: Hermanto/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Berbicara tentang hidayah, berarti membahas perkara yang paling penting dan kebutuhan yang paling besar dalam kehidupan manusia. Karena, hidayah merupakan sebab utama keselamatan dan kebaikan hidup manusia baik di dunia maupun di akhirat. Sehingga dalam hal ini siapa yang mendapatkannya, maka dia telah meraih keberuntungan yang besar.

Hal tersebut terjadi dalam kehidupan vokalis band rock papan atas Indonesia, Pas Band, Yuki Arifin Martawidjaja atau orang lebih mengenalnya dengan sebutan Yuki Pas Band.

Setelah diterpa berbagai masalah dalam hidupnya, dari mulai menjadi artis (vokalis Pas Band) sampai bangkrut dalam usaha bisnis, kini pria kelahiran Bandung tersebut memilih ‘hijrah’ di jalan baru dalam kehidupannya, yakni di jalan Islam.

“Kehidupan saya penuh liku, setelah sempat vacum dalam bernyanyi, kemudian saya pun membangun bisnis hingga memiliki beberapa pabrik. Namun lambat laun, bisnis tersebut hancur dan bangkrut serta hanya menyisakan utang,” ungkap Yuki saat memberikan tausiah di depan Jemaah Tabliq, Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ), OKP Moonraker, XTC, dan Brigez di Masjid Al-Lathhif, jalan Gudang, Kota Banjar, Senin (30/7/2018) malam.

Kerasnya kehidupan membuat ia mencoba bangkit dari keterpurukan dengan mencari pekerjaan lain. Hal ini dilakukan demi mencukupi dan menghidupi keluarganya.

Namun, saat akan bangkit kembali, pada tahun 2015 langkahnya harus terhenti akibat kecelakaan yang menimpa dirinya, hingga ia sempat tidak bisa berjalan akibat cedera parah dan divonis cacat.

Atas kebesaran Allah SWT, seiring dengan waktu sedikit demi sedikit sakit yang dideritanya ini berangsur pulih hingga sembuh dan sehat kembali seperti semula. Dari sanalah ia kemudian sepenuhnya berserah diri kepada Allah SWT, sholat, membaca Al Qur’an, berdzikir, dan mendalami Islam hingga akhirnya menemukan jalan Islam sampai sekarang.

“Dengan rendah hati dan berserah diri kepada Allah SWT. Alhamdulillah akhirnya saya menemukan kesejukan hati, akhirnya merasa tenang dan terang,” tuturnya.

Menurutnya, ketika bertemu dengan Islam, ia mengaku seperti tersiram air hujan disaat kegersangan menyelimuti jiwanya. Kegelisahannya selama ini akhirnya terjawab oleh Al-Qur’an dan hadits yang ia dengar dari setiap pengajian yang diikuti.

“Saat itulah saya mulai belajar Islam. Ketika membuka hadits, ini persis dengan kehidupan saya, dan saat membuka Al-Qur’an ini jawaban dari masalah yang ada dalam kehidupan saya,” kenangnya.

Yuki kerap memberikan motivasi dari kisah hijrahnya. Menurutnya, ketika berbagi pengalaman tidak akan mengurangi ilmu, melainkan akan semakin menambah ilmu.

“Ketika saya memberikan pengalaman hidup dan sedikit tausiah, sebenarnya itu lebih kepada mengingatkan diri saya sendiri, dan tentunya saya juga bisa menambah ilmu,” terangnya.

Dengan seringnya berkumpul bersama orang-orang shaleh, Yuki pun merasa senang karena semakin terjaga dan tetap istiqamah dalam menjalankan dakwah Islam.

Yuki berharap dalam ‘hijrah’ nya ini, Allah SWT selalu memberikan ketetapan hati dalam iman dan taqwa kepada dirinya, hingga sampai waktunya tiba untuk ‘berpulang’. Sehingga ketika kembali kepada Allah SWT dalam kondisi khusnul khotimah.

“Semoga Allah SWT meneguhkan keimanan dan ketaqwaan dalam dada ini, hingga sampai Allah berkata ‘waktunya pulang’,” ujarnya dengan meneteskan air mata.

Karir Yuki di dunia musik dimulai sejak tahun1994 bersama Pas Band. Selama dengan Pas Band, ia menjelma menjadi sosok vokalis rock papan atas di Indonesia. Pengalaman pahit dan manis menjadi seorang musisi, pernah ia rasakan selama kurang lebih 25 tahun, hingga akhirnya ia menemukan tempat hijrahnya.

“Saya masih bermusik, mungkin ini kesempatan saya untuk membayar kesalahan di masa lalu, dan saya ingin menyebarkan kebaikan kepada fans,” katanya.

Ia pun mengajak kepada kaum muda dan Passer (sebutan fans Pas Band) untuk berhijrah. Menurutnya, kepentingan duniawi hanyalah sesaat, sedangkan akhirat kekal.

“Jangan selalu memikirkan nafsu duniawi, sedangkan akhirat kalian lupakan. Untuk itu, mumpung masih ada waktu mari kita ‘berhijrah’ dari yang salah ke yang saleh,” pungkasnya. (Hermanto/Koran HR)

KOMENTAR ANDA