Warga Serbu Mata Air “Ajaib” di Bukit Mandalare Banjar, Ini Alasannya

Warga antri mengambil air dari sumber mata air yang mengalir di bukit Mandalare. Photo: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Masyarakat dihebohkan dengan ditemukannya sumber mata air “ajaib” di sebuah perkebunan karet di bukit Mandalare, Kampung Blok E, Dusun Sinargalih, RT. 37/8, Desa Sinartanjung, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, dalam dua bulan terakhir ini.

Konon katanya, air ajaib ini mampu mengobati bahkan menyembuhkan berbagai penyakit, mulai dari asma, rhematik, gatal-gatal, sakit gigi, sakit perut, dan penyakit lainnya. Hal itulah yang membuat banyak warga berdatangan ke lokasi sumber mata air ajaib.

Bukan hanya dari wilayah Kota Banjar saja, tapi mereka juga datang dari berbagai daerah seperti Bandung, Karawang, Kuningan, Cirebon, Cianjur, bahkan ada yang sengaja datang dari Lombok, Kalimantan, dan Sumatera.

Menurut keterangan dari warga setempat, sumber mata air itu pertama kali ditemukan oleh seorang pekerja yang tengah bertugas melakukan penebangan pohon karet di Perkebunan Mandalare. Secara tak sengaja, alat berat berupa eskapator yang sedang dikemudikannya menggerus sumber mata air tersebut hingga mengeluarkan air.

“Kemudian, pekerja tersebut mengambilnya untuk cuci muka dan meminumnya. Setelah diminum, badannya menjadi terasa lebih segar dan fit, bahkan sakit gigi yang tengah dideritanya langsung sembuh,” kata salah sorang warga setempat yang namanya enggan dikorankan, Senin (06/08/2018).

Selang beberapa hari kemudian, kabar mengenai air ajaib ini menyebar dari mulut ke mulut hingga diunggah ke media sosial. Warga yang penasaran langsung berbondong-bondong mendatangi lokasi yang berada 5 kilometer dari pusat Kota Banjar ini dengan membawa jerigen dan botol kosong.

Panatauan Koran HR di lokasi, Senin (06/08/2018), terlihat banyak warga yang sedang antri mengambil air tersebut. Meski kemarau, namun air berwarna jernih dan rasanya sedikit manis itu terus mengalir.

Siti (49), warga Dusun Rancakole, Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, mengaku kalau dirinya sudah tiga kali mengambil air sebanyak satu jerigen kecil dari lokasi tersebut. Ia rela antri bersama warga lain karena meyakini kalau air tersebut dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit.

“Setelah minum air ini, penyakit rhematik saya sembuh dan sekarang saya mengambil lagi untuk diberikan kepada saudara saya yang memiliki penyakit asma,” ujar Siti, kepada Koran HR, Senin (06/08/2018).

Hal serupa dikatakan Neneng (40), warga setempat. Dirinya meyakini air dari sumber mata air bukit Mandalare ini bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Bahkan, dirinya mengaku sudah membuktikannya sendiri. Sakit gigi yang selama ini dideritanya kini sembuh setelah meminum air itu.

Selain warga Banjar, ada pula yang datang dari luar daerah. Salah satunya Rojak (52), asal Lombok, Nusa Tenggara Barat. Ia mengetahui adanya “air ajaib” ini dari media sosial Facebook. Kemudian, ia bersama adiknya jauh-jauh datang ke Kota Banjar demi mengambil “air ajaib” untuk ibunya yang tengah mengalami lumpuh.

“Saya mengambil dua jerigen besar untuk dibawa ke Lombok. Namanya juga ikhtiar, air ini akan saya gunakan untuk mengobati keluarga saya yang sakit, terutama untuk ibu saya yang menderita lumpuh,” kata Rojak.

Sementara itu, petugas Bhabinkamtibmas Desa Sinartanjung, Bripka. One Suherman, membenarkan, bahwa di perkebunan karet di bukit Mandalare terdapat sumber mata air yang diyakini warga dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

“Menurut informasi dari beberapa warga yang telah mengkonsumsi air ini, penyakitnya jadi sembuh. Entah itu kebetulan pas sembuh, tapi memang kenyataannya seperti itu,” katanya.

Dirinya pun menghimbau kepada warga, jika memerlukan air tersebut harus rela antri karena airnya mengalir kecil. Selain itu, warga juga diingatkan jangan sampai dijadikan hal-hal yang musyrik. Seperti yang terjadi pada malam Jum’at Kliwon kemarin, ada warga yang mempersembahkan ‘bakakak ayam’ di lokasi tersebut.

“Warga menyebutnya “air berkah Mandalare,” dan sampai sekarang belum ada pengecekan dari petugas laboratorium tentang air yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit ini,” kata One.

Menanggapi hal itu, Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, menegaskan, bahwa air yang berada di bukit Mandalare dan diyakini warga bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit tersebut adalah bohong.

“Tidak ada air ajaib di sini, air tersebut hanya mata air biasa. Di dunia ini air ajaib hanya ada satu, yakni air Zam Zam,” tandasnya, kepada Koran HR, saat dimintai tanggapannya, Selasa (07/08/2018).

Walikota meninta supata warga jangan terlalu percaya kepada hal-hal demikian. Menurutnya, kalau pun dapat menyembuhkan berbagai penyakit, itu karena pertolongan dari Allh SWT, Sang Maha Pencipta.

Pantauan Koran HR di lokasi, Selasa (07/08/2018), warga masih banyak yang berdatangan untuk mengambil air ‘ajaib’ yang diyakini dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit itu. Warga menyebutnya air tersebut adalah air berkah Mandalare. (Hermanto/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA