Balapan Liar di Jl. Banjar-Langensari Masih Kerap Terjadi

Seorang remaja tampak memacu kendaraanya di Jalan Raya Banjar-Langensari dengan kecepatan tinggi di tengah keramaian. Photo: Muhafid/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Jalan Raya Banjar-Langensari di wilayah Dusun Sampih, Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, masih saja digunakan untuk balapan liar atau tes kecepatan kendaraan oleh sejumlah remaja. Otomatis, aksi tersebut pun dikeluhkan warga setempat maupun pengguna jalan.

Dari pantauan Koran HR pada Senin (27/08/2018), sejumlah remaja pada sore hari sekitar pukul 17.15 WIB, tampak memacu kendaraannya begitu cepat di lokasi yang tengah ramai oleh pengguna jalan lainnya.

Meskipun mereka tampak menunggu kondisi jalanan lengang, namun kendaraan yang dipacunya itu begitu kencang. Tak ayal pengguna jalan yang sedang melintas pun ketakutan.

Udin, salah seorang warga setempat, mengatakan, balapan liar atau latihan memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi di lokasi tersebut dinilai sangat membahayakan, baik untuk remaja itu sendiri maupun untuk pengguna jalan yang lain. Pasalnya, jalan tersebut merupakan fasilitas umum yang digunakan bukan untuk balapan atau tes kecepatan kendaraan.

“Saya dengar dari pengguna jalan, katanya yang hampir kecelakaan mah sering. Pada intinya mereka takut dengan aksi tersebut, termasuk saya juga takut kalau lewat kebetulan ada aksi tersebut,” katanya, kepada Koran HR, Senin (27/08/2018).

Agar bisa memberikan rasa aman dan nyaman ketika pengguna jalan atau warga saat melintas, dirinya berharap ada tindakan tegas dari pihak-pihak terkait terhadap para remaja yang melakukan aksi remaja tersebut.

“Lokasi di Sport Center kan ada buat latihan model begitu, kalau di sini kan bahaya. Saya harap semuanya kompak agar hal semacam itu tidak terjadi lagi demi keamanan dan kenyamanan semua pengguna jalan,” tandas Udin.

Hal senada juga dikatakan Rizki, warga lainnya. Ia mengaku sering melintas di lokasi tersebut dan kerap melihat langsung aksi membahayakan itu. Meski tidak dilakukan setiap hari, namun ia menilai kalau aksi tersebut tidak patut dilakukan di jalanan umum.

“Balapan atau tes kecepatan kendaraan sih boleh-boleh saja, hanya lokasinya saja yang kurang tepat. Toh pemerintah sudah menyediakan lokasinya yang biasa digunakan untuk balapan, yakni di Sport Center. Demi keamanan dan kenyamanan bersama, sebaiknya kita saling mengingatkan guna kemaslahatan bersama. Jika seperti itu terus, sudah sepatutnya mendapatkan teguran dari pihak berwajib,” tandas Rizki. (Muhafid/Koran HR)