GP Ansor Banjar Minta Pendaftar CPNS Harus Miliki Jiwa Nasionalisme

Ketua GP Ansor minta pendaftar CPNS memili jiwa nasionalisme. Foto: Muhafid/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Meski pendaftaran CPNS menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat, namun sejumlah elemen mengingatkan agar para pendaftar nantinya benar-benar memiliki jiwa nasionalisme, supaya dalam pengabdiannya kepada Negara bisa secara total, bukan justru merongrong pemerintahan.

Seperti yang disampaikan Ketua GP Ansor Kota Banjar, Supriyanto, bahwa secara nasional akan direkrut ASN, sebagaimana kebutuhan di lingkungan pemerintah daerah masing-masing. Termasuk juga di Kota Banjar.

Melihat fenomena gerakan-gerakan radikal yang muncul dan berpotensi merongrong keutuhan NKRI, maka pihaknya meminta agar pemerintah lebih selektif lagi terhadap pelamar ASN tersebut.

Menurutnya, sebagaimana normalnya, dalam penjaringan ASN tersebut harus bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Sebab, jika hal itu terjadi bakal membuat profesionalisme pegawai tidak maksimal, malahan menjadi boomerang bagi pemerintah sendiri.

“Sudah tentu proses penjaringan ini bisa mengasilkan ASN yang berkualitas, professional dan memiliki jiwa nasionalisme yang kuat. Sebab, mereka nantinya akan menjadi panutan di tengah-tengah masyarakat,” kata Supri, kepada Koran HR, Selasa (11/09/2018).

Meski begitu, ia memberikan catatan agar dalam penyeleksian CPNS tersebut bisa lebih ketat. Seperti memastikan pelamar tidak memiliki pemahaman yang dilarang oleh pemerintah. Hal ini agar mereka yang memiliki tujuan menghancurkan Negara dengan pemahaman yang radikal, justru bisa menikmati uang Negara yang dibencinya.

Meski proses penjaringan CPNS merupakan kewenangan pemerintah pusat, namun ia juga mengimbau kepada Pemkot Banjar, supaya lebih teliti lagi terhadap pegawai yang diterimanya nanti.

“Jadi, sangat disayangkan jika masih ada ASN yang hujat pemerintah sendiri, anti Pancasila dan mengagungkan sistem Negara yang tidak sesuai dengan kondisi bangsa Indonesia yang multicultural,” tegas Supri.

Baca juga: Pemkot Banjar Usulkan 1.700 Kuota CPNS

Hal senada juga dikatakan Ketua PMII Kota Banjar, Sirojul Muntaha. Menurutnya, fenomena banyaknya ASN yang menghujat pemerintahannya sendiri menjadi pemikiran serius yang harus segera dituntaskan. Jika tidak, maka pegawai yang seharusnya melayani masyarakat justru tidak berjalan secara maksimal.

“Kami kadang merasa aneh, banyak yang mencaci pemerintah, namun mereka masih memakan uang Negara yang dicacinya, dihujatnya. Bahkan, tidak sedikit pula yang secara terang-terangan tidak patuh terhadap Negara. Ini menjadi PR besar bagi pemerintah, agar proses pelayanan terhadap masyarakat bisa terlaksana secara baik,” tandas Siroj. (Muhafid/Koran HR)

KOMENTAR ANDA