Senin, Oktober 25, 2021
BerandaBerita CiamisHarga Jual Sayuran Anjlok, Petani Sayuran di Sukamantri Ciamis Mengeluh

Harga Jual Sayuran Anjlok, Petani Sayuran di Sukamantri Ciamis Mengeluh

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Petani sayuran di wilayah Desa Cibeureum, Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis, mengeluh lantaran beban biaya produksi yang harus mereka keluarkan tidak sebanding dengan harga jual sayuran. Menurut petani, dua bulan terkahir ini harga jual komoditi sayuran sedang melemah.

Indra, petani Desa Cibeurem, ketika ditemui Koran HR, Minggu (16/09/2018), membenarkan kondisi tersebut. Menurut dia, biaya yang dikeluarkan petani semasa musim kemarau cukup besar.

“Semestinya ada peningkatan harga jual ketimbang di musim hujan. Namun nyatanya sudah dua bulan terakhir harganya lebih murah,” katanya.

Kepada Koran HR, Indra menduga adanya kemungkinan permainan atau monopoli harga yang dilakukan oknum. Untuk itu, dia berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis turun tangan menginventarisir persoalan yang terjadi di lapangan.

Indra mengungkapan, sudah hamper dua bulan ini mayoritas harga komoditi sayuran yang ditanam petani Sukamantri anjlok. Padahal, biasanya pada musim kemarau harga jual komoditi sayuran meningkat.

“Mahal karena ongkos dan biaya tanam naik,” katanya.

Menurut Indra, harga jual sayuran yang anjlok di tingkat petani diantaranya terjadi pada cabai merah, tomat dan buncis. Penurunan harga komoditi sayuran tersebut berkisar di Rp. 1.000 sampai Rp. 2.000 perkilogram.

Senada dengan itu, Ade, petani lainnya, ketika dimintai tanggapan, Minggu (16/09/2018), menyebutkan, saat ini tengkulak membeli cabai merah dari petani Rp. 7.000 perkilogram. Menurut dia, harga tersebut sebetulnya tidak sebanding dengan ongkos atau biaya yang dikeluarkan petani.

Ade mengakui, penurunan drastis harga komoditi sayuran beberapa bulan terakhir ini sangat merugikan petani. Alasannya karena ongkos produksi tidak berbanding lurus dengan pendapatan.

“Pemerintah harus segera menindaklanjuti kondisi ini. Ini bisa jadi persoalan nasional. Karena tidak menutup kemungkinan, penurunan harga jual komoditi di pasaran terjadi akibat impor yang berlebihan,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, Ade memprediksi, jika kondisi tersebut tidak segera ditangani, tidak menutup kemungkinan harga komoditi sayuran di pasaran tidak akan stabil. Dengan kata lain, tidak mustahil di bulan-bulan yang akan datang harga jual komoditi tersebut lebih rendah. (Dji/Koran HR)

- Advertisment -

Berita Terbaru

spot_img