Sabtu, Agustus 20, 2022
BerandaBerita BanjarHerman Sutrisno Pimpin Dewan Kebudayaan Kota Banjar Periode 2018-2023

Herman Sutrisno Pimpin Dewan Kebudayaan Kota Banjar Periode 2018-2023

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Kepengurusan Dewan Kebudayaan Kota Banjar (DKKB) akhirnya terbentuk. Dalam pembentukan pengurus DKKB tersebut sempat memanas, saat tim perumus tengah menentukan siapa ketua umum serta pengurus DKKB.

Setelah berjalan sempat alot, akhirnya DR Herman Sutrisno didaulat menjadi Ketua Umum DKKB periode 2018-2023. Sementara wakil ketua umum oleh Dani Danial M, ketua harian dijabat Syarif Hidayat, dan sekretaris Bonis.

Pembentukan DKKB yang digelar di Aula Disdikbud Kota Banjar, Rabu (5/9/2018) itu, dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dahlan, Kepala Bidang Kebudayaan, Oom Supriatna, para tokoh seniman, ahli sejarah, akademisi, serta para penggiat seni budaya.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjar, Dahlan mengatakan, DKKB merupakan lembaga nonstructural dan independen, yang tugas dan fungsi utamanya adalah menyusun kebijakan dan strategi kebudayaan di daerah khususnya di Kota Banjar.

“Berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Barat No. 39 Tahun 2014, tentang Dewan Kebudayaan yang dimaksudkan adalah sebagai mitra utama Pemerintah Daerah Kota Banjar, untuk melestarikan, melindungi, dan mengembangkan, kebudayaan daerah sebagai pilar perubahan tata pikir, sikap dan tindakan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, tujuan dari pembentukan DKKB ini sebagai penggerak transformasi pembangunan, khususnya pada bidang kebudayaan dalam rangka mewujudkan visi dan misi daerah Kota Banjar.

“Pembentukan Dewan Budaya sebagai penggerak transformasi pembagunan, khususnya menyangkut seni dan kebudayaan dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi daerah Kota Banjar itu sendiri,” imbuhnya.

Sementara menurut Ketua Umum DKKB, DR Herman Sutrisno mengatakan, bahwa untuk pengurusan dewan kebudayaan harus orang yang ahli di bidang seni, ahli sejarah, dan budayawan.

“Tujuan dewan kebudayaan adalah untuk melestarikan dan menggali potensi budaya daerah, sebagai tempat silaturahmi para budayawan dan para seniman, sebagai penghubung kepentingan para seniman dan budayawan terhadap pemerintah, dan sebagai sarana memacu kreativitas para seniman dan budayawan,” katanya.

Ketua Harian DKKB terpilih, Syarif Hidayat mengatakan, berdasarkan UU No 05 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, ada 11 unsur yang harus diisi dalam sebuah organisasi dewan kebudayaan dan Perpres 65 Tahun 2018, tentang penyusunan pokok-pokok pikiran kebudayaan.

Diantaranya tradisi lisan, manuskrip, sejarah, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, olahraga tradisional, dan cagar budaya.

“Sebelas unsur ini harus dituangkan dalam pokok-pokok pikiran kebudayaan,” kata Syarif.

Syarif menambahkan, berdirinya dewan kebudayaan ini bisa jadi perwujudan dari visi misi ke enam Walikota dan Wakil Walikota Banjar terpilih dalam Pilkada 2018. Yakni Kota Banjar harus menjadi daya tarik wisata di Jawa Barat.

Menurut Syarif, Banjar menjadi daerah yang sangat penting di Jawa Barat. Bahkan di Banjar terjadi akulturasi budaya Sunda dan Jawa. Tugas dewan kebudayaan nanti, yakni melindungi, melestarikan, mengenalkan dan mengembangkan budaya asli Kota Banjar ke kancah nasional bahkan internasional.

“Mari kita berpikir bersama, menggali identitas Kota Banjar yang syarat dengan nilai budaya,” pungkasnya. (Hermanto/R5/HR-Online)