Inilah Mata Air Saladah, Potensi Wisata Alam Baru di Ciamis

Mata Air Saladah yang terdapat di wilayah Dusun Pasirtamiang Tonggoh, Desa Pasirtamiang, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Foto: Heri Herdianto/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Mata Air Saladah yang terdapat di wilayah Dusun Pasirtamiang Tonggoh, Desa Pasirtamiang, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, merupakan potensi wisata Ciamis yang masih tersembunyi.

Menurut keterangan warga, penamaan Mata Air Saladah sendiri berasal dari keberadaan mata air dan kebun saladah yang hidup di sekitar mata air tersebut. Selain itu, air yang bersumber dari mata air inipun bisa langsung diminum. Dengan adanya kelebihan itu, kemudian warga setempat mengembangkan Mata Air Saladah sebagai tempat wisata alam baru di Ciamis.

Konon, kebun saladah terebut sudah ada sejak ratusan tahun. Pemilik lahan mengaku bahwa kebun tersebut sudah ada dan turun-temurun dari kakek buyut. Sedangkan Mata Air Saladah berasal dari Gunung Sawal, karena letaknya tepat di bawah kaki Gunung Sawal. Mata air tersebut juga dikelilingi pepohonan rindang, serta memiliki panorama yang alami.

“Sejak saya kecil, tanaman saladah ini sudah ada,” kata Memed (52), warga pemilik lahan Mata Air Saladah, Selasa (11/09/2018).

Memed menuturkan, Mata Air Saladah tidak pernah surut. Bahkan saat musim kemarau, warga memanfaatkannya Mata Air Saladah untuk kebutuhan sehari-hari , termasuk untuk mengairi lahan persawahan.

Air dari Mata Air Saladah, kata Memed, sudah diuji oleh peneliti dari lingkungan hidup. Hasilnya menunjukan, air dari Mata Air Saladah bisa langsung diminum tanpa proses penyaringan.

“Warga disini, sehabis bekerja di sawah atau pulang dari kebun, pasti minum langsung disini. Jarang ada yang membawa bekal minuman dari rumah,” katanya.

Lebih lanjut, Memed mendukung rencana Pemerintah Kabupaten Ciamis melakukan penataan dan menjadikannya sebagai destinasi wisata. Dengan begitu, dia berharap masyarakat akan sejahtera.

Tapi Memed menegaskan, pihaknya tidak akan setuju jika Mata Air Saladah digunakan untuk perusahaan air mineral. Menurut dia, hal itu akan berdampak pada tanaman saladah yang sudah menjadi ciri khas, serta lahan persawahan warga dikhawatirkan tidak akan teraliri air.

“Untuk wisata warga disini mendukung, tapi kalau airnya dimanfaatkan untuk air mineral kemasan tentu saya menolaknya,” kata Memed.

Sementara itu, Kepala Desa Pasirtamiang, Opin Aripin, mengatakan, pihaknya sedang merencanakan pengembangan wisata edukasi. Lokasinya termasuk di areal Mata Air Saladah yang sekarang sudah mulai banyak dikunjungi wisatawan.

“Walaupun belum ditata, sudah banyak wisatawan yang datang, seperti dari Bandung. Mereka mengtahuinya dari media sosial. Kami yakin mata air saladah ini merupakan potensi wisata alam baru di Ciamis,” katanya. (Her2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA