Jumat, Agustus 12, 2022
BerandaBerita BanjarKeluarga Mahasiswi Banjar yang Tewas Dibegal Minta Pelaku Dihukum Mati

Keluarga Mahasiswi Banjar yang Tewas Dibegal Minta Pelaku Dihukum Mati

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Pelaku begal yang menewaskan mahasiswi asal Kota Banjar, Shanda Puti Denata (23) di Pasteur, Bandung, sudah tertangkap jajaran Polrestabes Bandung dan Polda Jawa Barat.

Informasi penangkapan kedua pelaku langsung disampaikan oleh Kapolres Banjar, AKBP Matrius di kediaman orang tua korban begal, di lingkungan Cimenyan RT 2/6, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu (5/8/2018) malam sekitar pukul 19.30 WIB.

Mendengar kabar tertangkapnya dua pelaku begal tersebut, keluarga almarhumah Shanda Puti Denata (23), meminta kepada polisi supaya pelaku begal itu dihukum berat.

“Kami minta pelaku dihukum berat, bahkan kalau bisa dihukum mati,” ucap Yudi Kusmayadi, ayah korban, kepada awak media, Rabu (5/8/2018) malam di kediamannya.

Yudi juga mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kerja jajaran Polrestabes Bandung dan Polda Jawa Barat, yang dengan cepat berhasil menangkap kedua pelaku begal sadis ini.

“Keluarga kami akhirnya bisa bernafas lega dan sedikit terobati dengan tertangkapnya kedua pelaku begal yang menyebabkan anak kami tewas,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Banjar, AKBP Matrius menyatakan, bahwa kedua pelaku begal sudah berhasil ditangkap oleh tim gabungan dari Jajaran Polrestabes Bandung dan Polda Jawa Barat.

Satu orang pelaku ditembak mati karena melawan dan satu pelaku lagi dilumpuhkan menggunakan timah panas di bagian kakinya.

“Kedatangan kami untuk memberitahukan secara langsung hasil dari tim gabungan Polrestabes Bandung dan Polda Jabar yang sudah berhasil meringkus pelaku. Pelakunya ada dua orang, satu ditembak mati karena berusaha melawan dan satu lagi dilumpuhkan di bagian kakinya,” kata Matrius.

Matrius menambahkan, bahwa motif pembegalan yang terjadi terhadap korban di jalan Cikapayang, Pasteur, Bandung beberapa waktu lalu, yang menyebabkan korban tewas itu, hingga kini masih murni pencurian dengan kekerasan (curas). Sementara untuk motif lain, pihak kepolisian masih melakukan pengembangan.

“Motifnya pencurian dengan kekerasan, untuk motif lain masih dalam pengembangan,” pungkas Matrius.

Diberitakan HR Online sebelumnya, Shanda Puti Denata, mahasiswi cantik korban begal sadis di Bandung, tidak sadarkan diri sejak dibegal di kawasan Cikapayang, Bandung pada Kamis (30/8/2018) dini hari.

Korban pun sempat mendapat perawatan sehari di RS Borromeus, Bandung. Namun nyawanya tidak tertolong, dan menghembuskan napas terakhir pada Jumat (31/8/2018) dini hari sekitar pukul 00.00 WIB.

Menurut informasi, sebelum kejadian ia bersama temannya yang juga seorang perempuan pergi ke kos-kosan rekannya di daerah Dipatiukur, Bandung, dengan menggunakan sepeda motor. Di tempat kejadian atau tepatnya di jalan Cikapayang, tiba-tiba dia dipepet oleh dua orang pelaku. 

Di tempat tersebut pelaku menarik tas milik korban secara paksa, hingga korban jatuh dan kepalanya membentur aspal jalan. Kemudian pelaku melarikan diri dan korban mengalami luka serius di bagian kepala, hingga ditolong oleh warga sekitar dan dilarikan ke rumah sakit Borromeus. (Hermanto/R5/HR-Online)

Berita Terkait :

Jenazah Mahasiswi Banjar Korban Begal di Bandung Disambut Isak Tangis

Lagi, Anak Pejabat Pemkot Banjar jadi Korban Penjambretan