Kolaborasi Ensamble Technique, Kendangers & Galih Pakuan Pukau Warga Banjar

Acara Peningkatan Wawasan Kebangsaan Melalui Kohesi Seni Budaya Lokal Jawa Barat, di taman lapang Bhakti, kota Banjar, Jawa Barat, sabtu malam (22/09/2018). Foto:Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Penampilan kolaborasi musik etnik ensamble technique dengan tim kendangers Yuda Sakti, dipoles piawainya penari dari sanggar tari Galih Pakuan, memukau warga kota Banjar di acara Peningkatan Wawasan Kebangsaan Melalui Kohesi Seni Budaya Lokal Jawa Barat, di taman lapang Bhakti, kota Banjar, Jawa Barat, sabtu malam (22/09/2018).

Alunan irama combo, gamelan sunda, ritmsi kendang, dan tampilan gemulai tarian tersaji apik dalam kolaborasi ensamble technique, kendangers dan galih pakuan itu menyemarakan acara yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Barat itu.

Penampilan kolaborasi ini, kata Abud Jaenal Abudin, sesepuh Kendangers Yuda Sakti, merupakan kali pertamanya. “Alhamdulillah kami kompak dan sambutan penonton sangat luar biasa,” katanya kepada HR Online Sabtu malam (22/09/2018).

Sejumlah penonto mengaku puas melihat penampilan seni kolaborasi yang ditata secara apik dan elegan. Seperti dikatakan Aji (38) salah satu penonton, pertunjukan seni tari, musik etnik dan ritmis kendang berpadu satu.

“Ternyata kota Banjar memiliki pelaku seni yang hebat, ini harus dikembangkan lagi. Terlebih personilnya didominasi kaum muda,” ucapnya.

Acara tersebut dihadiri pula oleh perwakilan dari 13 kabupaten dan kota se-Jawa Barat, diantaranya dari Kabupaten Bandung, Sumedang, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran, Cirebon, Kuningan,  Majalengka, serta dari Kota Bandung, Kota Cirebon dan Tasikmalaya.

Hadir pula dalam acara tersebut, Sekretaris Kota Banjar, Ade Setiana, berserta sejumlah pejabat pemerintah Kota Banjar, Bidang kebudayaan kota Banjar, Ketua Umum Dewan Kebudayaan Kota Banjar, Dr. Herman Sutrisno MM, Wakil Ketua Dewan Kebudayaan, Dani Danial Muklis, dan unsur pimpinan Dewan Kebudayaan lainnya, dan acara ditutup oleh kesenian Ronggeng. (Hermanto/R1/HR-Online)