Minggu, Agustus 14, 2022
BerandaBerita CiamisMusda KNPI Ciamis yang Menangkan Tohirin sebagai Ketua Terpilih Berujung Polemik

Musda KNPI Ciamis yang Menangkan Tohirin sebagai Ketua Terpilih Berujung Polemik

Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Hasil Musda KNPI Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (22/09/2018), yang memenangkan Tohirin sebagai Ketua KNPI terpilih, tampaknya menuai protes dari kubu Dandeu Rifai sebagai rivalnya dan kini berujung polemik. Kubu Dandeu memprotes tahapan pemilihan ketua KNPI yang dianggap tidak sesuai mekanisme, sehingga dalam prosesnya cacat secara hukum.

“Ada mekanisme dalam pemilihan ini yang dilanggar, dimana ketika usai masa pendaftaran calon, tidak ada tahapan penetapan bakal calon. Pimpinan sidang langsung melangkah ke proses voting. Padahal, dalam aturannya jelas, bahwa harus dilalui dulu penetapan bakal calon sebelum proses voting dilakukan,” kata Ketua Tim Pemenangan Dandeu Rifai, David Firdaus, usai acara Musda.

David bersama pendukung Dandeu Rifai pun langsung melakukan protes ke pengurus KNPI Jawa Barat yang bertindak sebagai pimpinan sidang. Akhirnya, setelah Musda berakhir, terjadi dialog antara pendukung Dandeu dengan pengurus KNPI Jawa Barat, di salah satu hotel di Ciamis. Dalam dialog tersebut, pendukung Dandeu memprotes adanya beberapa aturan yang dilanggar. Mereka pun meminta pengurus KNPI Jawa Barat untuk meninjau kembali hasil Musda KNPI Kabupaten Ciamis.

Saat berdialog, David menyampaikan bahwa aturan tatib pemilihan yang tertuang dalam buku panduan yang dipegang para peserta Musda berbeda dengan prakteknya. Dalam buku panduan Tatib, tertulis bahwa sebelum dilakukan voting terlebih dahulu harus dilakukan penetapan bakal calon.

“Makanya, ketika proses voting dilakukan, OKP dan PK yang mendukung Dandeu mengira itu proses penetapan bakal calon. Karena ada beberapa OKP yang bersepakat akan mendukung Tohirin dan abstain pada saat vote bakal calon, tapi akan memilih Dandeu pada saat vote pemilihan calon. Namun, vote yang dikira penetapan bakal calon dianggap sebagai vote pemilihan calon,” kata David.

Hal itu, menurut David, jelas sudah merugikan kubu Dandeu. Disamping itu, kata dia, pada saat akan dilakukan vote, ada arahan dari pimpinan sidang ke para peserta yang pernyataannya dianggap ambigu.

“Kami mendengar bahwa pimpinan sidang mengarahkan kepada peserta agar memilih 2 calon yang ditetapkan. Adanya arahan itu semakin meyakinkan peserta bahwa vote yang dilakukan pada waktu itu untuk memilih bakal calon, bukan pelaksanaan pemilihan calon,” tegasnya.

Dengan terjadi pelanggaran tersebut, David meminta agar KNPI Jawa Barat meninjau ulang hasil pemilihan. “Aspirasi dari kami agar segera ditindaklanjuti oleh pengurus KNPI Jabar. Apabila tidak direspons, para pendukung Dandeu sudah bersepakat akan menggelar Musda KNPI tandingan sebagai bentuk protes terhadap proses Musda hari ini,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu pimpinan sidang yang juga pengurus KNPI Jawa Barat, Amar Komarudin, membantah pihaknya memberikan arahan dengan pernyataan ambigu kepada peserta Musda. Dia menyatakan apa yang disampaikannya saat itu tegas bahwa mengarahkan peserta untuk memilih salah satu dari dua calon yang ada.

Namun, bantahan Amar tersebut langsung ditimpali oleh para pendukung Dandeu. Adu mulut dan saling debat pun terjadi. Namun, ketegangan itu kemudian bisa diredam setelah salah satu pendukung Dandeu menenangkan para pendukungnya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Bidang Organisasi KNPI Jawa Barat, Abdul Aziz, meminta agar permasalahan ini diselesaikan di tingkat pengurus KNPI Jawa Barat. “Aspirasi dari teman-teman sementara kami tampung dulu. Kemudian akan kami bahas dalam rapat pengurus KNPI Jawa Barat,” ujarnya.

Azis mengatakan, setelah pihaknya nanti menggelar rapat, kemudian akan mengundang perwakilan dari kubu Tohirin dan kubu Dandeu Rifai. “Kami berharap permasalahan ini bisa selesai dengan cara musyawarah. Intinya kami minta semua pihak untuk menahan diri dan lebih mengutamakan persatuan pemuda,” katanya.

Hanya saja, Azis menyayangkan protes dari kubu Dandeu dilakukan pada saat proses Musda sudah berakhir. Seharusnya, kata dia, apabila ada mekanisme yang dianggap tidak sesuai, langsung saja diprotes pada saat jalannya Musda. “Karena hasil keputusan sidang sulit digugurkan. Sebab sudah menjadi sebuah ketetapan,” ujarnya.

Sementara itu, hasil pemilihan Musda KNPI Ciamis menetapkan Tohirin sebagai ketua terpilih. Tohirin memperoleh 51 suara dan Dandeu memperoleh 41 suara. Sementara 3 PK tidak hadir dan 6 perwakilan OKP absten. (R2/HR-Online)