Orang Gila di Pangandaran Ini Hamil Tua dan Diperkirakan Bulan Depan Melahirkan

Orang gila di Pangandaran ini hamil tua dan diperkirakan usia kandungannya sudah memasuki 8 bulan dan sering terlihat berkeliaran di pasar wisata Pangandaran. Foto: Istimewa

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Seorang wanita hamil yang diduga mengalami gangguan jiwa sudah dalam seminggu ini berkeliaran di daerah Pasar Wisata Pangandaran, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Orang gila di Pangandaran ini hamil tua dan diperkirakan usia kandungannya sudah memasuki 8 bulan dan bulan depan akan melahirkan anaknya.

Menurut warga yang berada di Pasar Wisata, Dolpihin, wanita yang diduga berasal dari daerah Jawa Tengah ini mulai terlihat berkeliaran di kawasan pasar wisata pada Kamis malam (20/9/2018). “Tapi kata warga di sini wanita itu sudah hampir satu minggu berada di pasar wisata. Meski dia mengalami gangguan jiwa, tapi tidak meresahkan,” ujarnya, Sabtu (22/09/2018).

Warga pun, kata Dolphin, banyak yang iba terhadap wanita tersebut. Tak sedikit warga yang memberinya makanan serta pakaian bekas. Namun, tambah dia, permasalahannya bukan karena dia mengalami gangguan jiwa, melainkan bagaimana nasib bayi yang dikandungnya.

“Selain mengalami gangguan jiwa, wanita itu pun tunawicara atau gagu. Jadi, warga kesulitan berkomunikasi untuk menanyakan identitas serta menanyakan apakah dia masih memiliki keluarga atau tidak. Karena mungkin saja wanita itu masih memiliki keluarga. Dan keluarganya kini tengah mencarinya,” katanya.

Jika diajak komunikasi, lanjut Dolphin, wanita itu menimpali dengan bahasa isyarat. “Harus ada orang yang mengerti bahasa isyarat untuk mengetahui identitas wanita itu. Karena kasihan juga. Meski dia gangguan jiwa, tapi bayi yang dikandungnya memiliki hak hidup,” ujarnya.

Dolphin mengatakan, berdasarkan dugaan warga bahwa wanita itu sengaja dibuang ke Pangandaran melalui operasi penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Karena apabila dilihat dari kondisi fisiknya, wanita ini seperti sudah lama menjadi gelandangan di jalan.

“Sudah biasa di setiap daerah ada istilah saling buang orang gila. Dari daerah A dibuang ke daerah B dan begitu seterusnya. Dan itu sudah menjadi rahasia umum. Orang gila di Pangandaran rata-rata dari buangan luar daerah,” ungkapnya.

Dolphin pun meminta Dinas Sosial Kabupaten Pangandaran untuk segera melakukan penanganan terhadap wanita tersebut. Menurutnya, yang perlu ditangani serius adalah calon anak dari wanita tersebut.

“Kalau kondisinya tidak hamil, mau dibiarkan pun tidak menjadi masalah. Tapi Orang gila ini hamil tua. Jadi perlu dipikirkan ketika wanita itu pada bulan kedepan harus melakukan persalinan. Apapun kondisi dia, harus dihargai bahwa dia pun manusia,” tegasnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) Kabupaten Pangandaran, Dani Hamdani, mengaku sudah mendapat laporan terkait wanita gangguan jiwa yang mengalami hamil. Namun, pihaknya masih kesulitan mencari wanita tersebut.

“Memang wanita itu sering berada di pasar wisata. Tetapi ketika anggota kita mencari ke sana, wanita itu tidak kelihatan. Selain itu, kami pun masih memikirkan cara untuk menanganinya. Kami pun sepakat bahwa bayi yang ada dalam kandungan wanita itu harus diselamatkan,” katanya.

Pihaknya, lanjut Dani, akan melakukan koordinasi dengan TKSK untuk meminta bantuan cara menanganinya. “Intinya kami sudah berniat untuk membantu. Dan saat ini masih dilakukan koordinasi,” pungkasnya. (Ceng2/R2/HR-Online)