Persoalan Sampah di Banjarsari Ciamis Jadi Sorotan

Sampah yang berada di sungai sekitar Pasar Banjarsari. Foto: Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Hamparan sampah yang berserakan dan menyumbat sungai, tepatnya di bawah jembatan jalan Pasar Banjarsari, membuat pandangan serta penciuman warga terganggu. Sampah yang diduga limbah pasar tersebut pun menjadi sorotan pemerhati lingkungan dan mengundang keprihatinan.

Salah satunya adalah komunitas Mata Hati Banjarsari yang menyoroti akan hal tersebut. Menurut mereka, sampah yang menggunung di bawah jembatan Pasar Banjarsari, selain mengganggu pemandangan juga berdampak terhadap banjir jika hujan tiba.

Melihat kondisi itu, komunitas Mata Hati berencana membersihkan sampah-sampah tersebut. Mereka pun berkoordinasi dengan berbagai komunitas dan lembaga swadaya masyarakat yang ada di wilayah Banjarsari.

Ketua Penggerak Komunitas Mata Hati, Mohamad Abid, ketika ditemui Koran HR, Senin (10/09/2018), mengatakan, pihaknya merasa prihatin dengan kondisi Banjarsari saat ini yang tidak tertata, terutama masalah sampah.

“Kami sangat merasa prihatin dengan kondisi ini, di mana warga pasar Banjarsari kurang begitu peduli terhadap lingkungan, sehingga sungai yang notabenenya sebagai sumber yang harus dijaga malah dijadikan tempat pembuangan sampah. Ini tentunya menjadi PR besar bagi kami. Bukan hanya itu, pemerintah Ciamis pun kurang begitu respon dengan hal ini, sehingga tak pernah memberikan teguran ataupun sanksi kepada para pembuang sampah,” katanya.

Menurut Abid, tanggal 15 September mendatang, Komunitas Mata Hati dan beberapa organisasi lainnya, seperti OSIS SMK dan SMA Banjarsari, GIBAS dan BMBKB akan ikut melaksanakan kegiatan aksi bersih-bersih di beberapa titik sungai yang terdapat tumpukan sampah.

“Ada dua titik lokasi yang sangat memprihatinkan saat ini, diantaranya jembatan sebelah Koramil Banjarsari dan belakang Pasar Merpati Banjarsari. Tempat tersebut merupakan jantung kotanya Banjarsari,” katanya.

Abid menambahkan, ada dua asumsi yang menjadi faktor penyebab permasalahan tersebut. Asumsi pertama karena kurangnya perhatian dan sarana publik yang disediakan pemerintahan setempat guna menanggulangi pembuangan sampah rumah tangga atau limbah lainnya. Asumsi kedua, adanya kebiasaan buruk sebagian besar masyarakat terhadap lingkungan dan memperlakukan sampah tanpa ada sistem kontrol.

“Atas dasar itu, kami komunitas peduli lingkungan Mata Hati mengajak beberapa organ terutama dari kalangan muda pelajar untuk melakukan aksi bersih-bersih yang bertepatan dengan gerakan world cleanup 2018, dimana pada waktu itu beberapa negara di dunia secara serentak melaksanakan aksi bersih-bersih,” katanya.

Ketua Barisan Muda Banjarsari Kawasen Bersatu (BMBKB), Muhamad Fathoni, mengapresiasi gerakan bersih lingkungan yang akan dilakukan oleh Komunitas Mata Hatipihaknya pun mengaku akan ikut terjun dalam gerakan bersih-bersih yang akan dilaksanakan pada 15 September mendatang.

“BMBKB pasti akan menerjunkan anggota pada aksi tersebut. Harapan kami gerakan ini menjadikan masyarakat terbangun dari hal buruk, dimana sampah di Banjarsari saat ini memang manjadi salah satu kendala yang paling sangat memprihatinkan,” katanya. (Suherman/Koran HR)

KOMENTAR ANDA