PJU Mati, Prapatan Kidul Muktisari Banjar Rawan Kecelakaan

PJU padam di jalan Prapatan Kidul (Parkid) Kelurahan Muktisari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar yang berdampak rawan kecelakaan. Foto: Muhafid/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang terpasang di sekitar Prapatan Kidul (Parkid) Kelurahan Muktisari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, kondisinya padam. Hal itu membuat para pengendara maupun warga setempat khawatir adanya kecelakaan lalu lintas maupun kejadian lain yang tidak diinginkan.

Dari pantauan Koran HR pada Minggu (02/09/2018) malam, PJU yang berada di jalur ramai kendaraan tersebut tampak padam. Sementara di lokasi itu hanya diterangi oleh traffic light serta sinar lampu dari rumah warga. Sedangkan para pengendara dari arah Pasar Langensari tampak menaati lampu merah, dan dari arah Lakbok berulang kali menerobos traffic light yang sedang berwarna merah.

Iman, salah satu warga, mengatakan, padamnya lampu penerangan jalan tersebut sudah beberapa hari padam, sehingga di lokasi kondisinya cukup gelap. Ia berharap agar PJU di lokasi tersebut segera diperbaiki untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Di sini itu lalu lintasnya cukup ramai, baik yang datang dari arah Pasar Langensari, dari arah Banjar maupun dari Lakbok. Karena lampunya padam, saya khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan seperti kecelakaan,” katanya kepada Koran HR, Minggu (02/09/2018).

Ia menambahkan, selain kondisi padamnya lampu yang juga membahayakan pengendara, di lokasi tersebut juga masih banyak pengguna jalan yang menerobos traffic light. Padahal, dari tiga arah jalan sudah dipasang traffic light guna meminimalisir kecelakaan lalu lintas.

“Yang tidak pakai helm banyak, apalagi yang ngebut-ngebutan di malam hari, ditambah lagi kadang motornya tidak pakai lampu. Biasanya itu remaja. Ketika PJU-nya padam, tentu sangat membahayakan sekali,” tuturnya.

Hal senada juga dikatakan Yanto, salah satu pengguna jalan. Menurutnya, PJU padam yang berlokasi di titik-titik strategis perlu menjadi bahan evaluasi pihak-pihak terkait. Pasalnya, fasilitas publik yang diperuntukkan menerangi jalan tersebut harus dipastikan tetap menyala agar pengguna jalan tetap merasa nyaman dan aman saat melintas.

“Pengecekannya pada malam hari, bukan siang hari. Syukur-syukur tanpa harus ada laporan dulu sudah diperbaiki. Ini sebagai bentuk cekatan petugas terhadap fasilitas publik yang sudah dibangun menggunakan uang Negara. Jadi, saya harap yang mati diperbaiki, dan di lokasi yang belum dipasang dan dinilai rawan, syukur-syukur bisa dipasang,” pungkasnya. (Muhafid/Koran HR)