Sapu Lidi Pangandaran Tembus Kota Besar di Indonesia

Pupung, pembuat sapu lidi Pangandaran. Foto: Entang SR/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Berbagai cara dilakukan oleh warga untuk bisa mendapatkan uang, baik dengan bekerja ke orang lain, berwirausaha mandiri, maupun berdagang. Sementara itu, sebagian masyarakat juga masih banyak yang memanfaatkan hasil alam menjadi kerajinan tangan untuk dipasarkan ke berbagai daerah.

Seperti yang dilakoni Pupung, pengrajin sapu lidi asal Desa Emplak, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran. Ia sejak tahun 1998 silam sudah menekuni usaha membuat sapu lidi Pangandaran sampai sekarang ini.

Bahan-bahan sapu lidi tersebut, Pupung menjelaskan, didapatkannya dari warga yang sengaja menjual kepada dirinya. Dari hasil pengumpulan tersebut, kemudian ia sortir kembali untuk dipilah kualitasnya dan selanjutnya dijadikan sapu lidi yang layak dipasarkan.

“Saya membeli dari warga biasanya sampai Rp 1300 untuk lidi yang berwarna agak kehitam-hitaman, dan Rp 1500 untuk yang berwarna putih. Setelah saya kumpulkan, selain dijadikan sapu lidi, ada juga yang dijadikan bahan piring buah atau piring lidi yang biasa dipakai dalam hajatan,” katanya kepada Koran HR, Selasa (11/09/2018).

Pupung menambahkan, meski banyak varian yang bisa dibuat dari bahan lidi, namun dirinya hanya fokus pada pembuatan sapu lidi Pangandaran saja. Meski begitu, hasil tangannya itu sudah dikirim ke berbagai daerah yang ada di Jawa, seperti Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Solo, Surabaya dan daerah lainnya.

“Dalam sekali pengiriman ke kota-kota besar, biasanya sampai 4 ribu hingga 8000 sapu lidi. Alhamdulillah usaha ini bisa untuk memenihi kebutuhan keluarga sehari-hari,” pungkasnya. (Ntang/Koran HR)