Warga Sambut Gembira Reaktivasi Jalur Kereta Api Banjar-Cijulang

Kereta Api Banjar-Cijulang yang berlokasi di Banjar. Foto: Hermanto/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Rencana Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan PT KAI yang akan mereaktivasi jalur kereta api Banjar-Cijulang, disambut gembira oleh warga Banjar. Pasalnya, warga menilai dengan reaktivasi jalur kereta api non aktif yang akan kembali dioperasikan itu bisa menguntungkan bagi masyarakat, terutama dalam kemudahan transportasi.

Seperti diungkapkan Dadi (49), salah seorang warga Cikabuyutan Timur, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Menurutnya, akan diaktifkannya kembali jalur kereta api Banjar-Pangandaran-Cijulang dapat meningkatkan kunjungan wisata, serta mendorong perekonomian masyarakat.

“Saya sangat setuju jika jalur kereta api Banjar-Pangandaran diaktifkan kembali, karena hal ini dapat mendorong perekonomian masyarakat, dan juga dapat meningkatkan pariwisata,” kata Dadi, kepada Koran HR, Selasa (25/09/2018).

Pendapat serupa dikatakan Hendi Herdiana (50), warga Banjar lainnya. Menurut dia, jika jalur kereta api yang menghubungkan Stasiun Banjar-Pangandaran hingga Cijulang diaktifkan kembali, tentu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi sector pariwisata. Selain itu, akan menjadi ajang nostalgia bagi warga Banjar yang pernah naik kereta api “Si Kuik” pada tahun 1970-an itu.

“Kalau memang akan diaktifkan kembali, ini akan jadi nostalgia bagi warga Banjar, termasuk saya. Betapa tidak, saat naik kereta api Banjar-Cijulang, sepanjang jalur sekitar 82,2 kilometer itu akan disuguhi panorama yang eksotis, mulai dari pegunungan hingga indahnya laut Selatan,” tutur Hendi.

Hal senada diungkapkan Adman (64), warga Parungsari, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja. Dirinya mengaku sangat mendukung dengan rencana Gubernur Jawa Barat dan PT KAI yang akan mengaktifkan kembali jalur kereta api Banjar-Pangandaran.

“Selain pemandangan indah, saat naik kereta api dari Banjar ke Pangandaran pun disuguhi rasa deg-degan, terutama saat memasuki terowongan dan melintasi jembatan Cikacepit yang tidak ada penghalang di sisi kanan kirinya,” ungkap Adman.

Nostalgia naik “Si Kuik” ke Pangandaran juga dirasakan Abdul Hamid (63), warga Banjar lainnya, yang mengaku dirinya mendapat jodoh orang Padaherang saat naik kereta dari Banjar ke Pangandaran pada tahun 70-an.

“Saya mendapat jodoh orang Padaherang saat naik kereta api ke Pangandaran. Pada saat itu tahun tahun 1978. Jika akan diaktifkan kembali, tentunya itu akan menjadi nostalgia bagi saya dan istri,” ujar Abdul Hamid, sambil tertawa.

Namun, reaktivasi jalur kereta api Banjar-Pangandaran-Cijulang memang akan memakan waktu cukup lama. Hal ini karena asset, terutama bagian rel banyak yang hilang. Selain itu, juga banyak bangunan permanen yang berdiri di atas jalur kereta api tersebut.

Seperti diketahui, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, berencana mereaktivasi empat jalur kereta api non aktif di Jawa Barat. Jalur tersebut meliputi Banjar-Pangandaran-Cijulang, Garut-Cikajang-Cikudapateuh, Bandung-Banjaran-Ciwidey, dan jalur Rancaekek-Tanjungsari. (Hermanto/Koran HR)

Loading...