Yayasan Maharya Pati Banjar Ciptakan Alat Ramah Lingkungan Untuk Kendaraan

Reaktor Maharya Pati, alat yang bisa membuat emisi gas buang kendaraan supaya tidak berbahaya dan penghemat BBM untuk kendaraan. Foto : Hermanto/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Yayasan Maharya Pati Kota Banjar telah menciptakan sebuah karya inovatif, dengan menciptakan alat ramah lingkungan. Karya tersebut yaitu alat yang bisa membuat emisi gas buang kendaraan supaya tidak berbahaya.

Selain ramah lingkungan, alat yang sudah dibuktikan pada mobil baik berbahan bakar bensin maupun solar, saat diuji di tempat Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Dinas Perhubungan Kota Banjar, Jum’at (7/9/2018), juga ternyata bisa membuat irit bahan bakar pada kendaraan.

Saat diuji di PKB Dishub Kota Banjar, alat berupa tabung, air komponen, dan protektor ini dipasang pada mesin kendaraan, kemudian disalurkan ke bagian saluran angin (udara) kendaraan. Saat dilakukan uji coba dengan menggunakan smoke tester atau alat ketebalan asap kendaraan, hasilnya sangat luar biasa.

Untuk mobil dengan jenis diesel yang biasa kontaminasi ketebalan asapnya 40-50%, setelah memakai alat Reaktor Maharya Pati ketebalan asapnya turun menjadi 10,3%. Sedangkan untuk kendaraan berbahan bakar bensin, yang biasa ketebalan asapnya 20%, turun menjadi 0%.

“Setelah melalui uji coba, hasilnya sangat bagus dimana ketebalan asap kendaraan bisa berkurang. Selain sebagai penghemat BBM dan ramah lingkungan, terciptanya alat ini pun menjawab tantangan globalisasi dunia, yang mana pemanasan global di dunia ini sudah sangat luar biasa,” ujar Ketua Maharya Pati Kota Banjar, Dalija, yang juga seorang dosen di STISIP Kota Banjar.

Hal yang sama dikatakan Ketua Dewan Pembina Yayasan Maharya Pati, Romo Ndaru Kusumo. Ia mengatakan, bahwa alat bernama Reaktor Maharya Pati ini dibuat untuk mengurangi emisi gas buang pada kendaraan, sehingga tidak berbahaya dan menjadi ramah lingkungan.

Menurutnya, Reaktor Maharya Pati ini sangat bagus digunakan pada berbagai kendaraan jenis mobil.

“Hasil uji coba sangat bagus, artinya alat ini sangat baik dipasang pada semua jenis mesin kendaraan mobil, baik mesin diesel maupun bensin,” katanya.

Hal senada diungkapkan Kepala PKB Dishub Kota Banjar, Andi Muis. Ia mengaku kaget sekaligus takjub dengan alat yang diciptakan oleh Maharya Pati ini.

Menurutnya, selama 20 tahun menjadi penguji kendaraan bermotor di Dinas Perhubungan, baru pertama kali mengetahui ada alat sederhana namun canggih dalam mengatasi emisi gas buang.

Sementara itu, Wakil Walikota Banjar terpilih, Nana Suryana mengapresiasi Yayasan Maharya Pati yang telah berinovatif alat ini.

“Sebagai orang yang mencintai lingkungan, tentunya ini sangat penting, karena alat ini ternyata ramah lingkungan. Tadi saat uji coba, emisi gas buang pada kendaraan hasilnya sangat minim, artinya ini menjawab tantangan dunia dengan masalah pemanasan global lapisan ozon yang sudah sebesar benua Amerika karena CO2 yang berlebihan,” terangnya.

Ia menambahkan, bahwa tren positif ini juga bisa melindungi anak cucu untuk masa depan pada masalah udara. Untuk itu, ia akan berkoordinasi dengan forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) untuk bergerak bersama-sama.

“Saya akan berkoordinasi dengan kepala daerah dan forkopimda untuk bermitra dengan Maharya Pati memanfaatkan alat ini,” ucapnya.

Menurutnya, dengan menggunakan alat ini pada kendaraan, ada keuntungan yakni efisiensi anggaran.

“Artinya, dengan alat ini kita bisa mengurangi jumlah liter BBM yang dikeluarkan dan juga ramah lingkungan. Dengan alat ini bisa menjadi solusi, bukan hanya di Banjar dan Indonesia, tetapi menjadi solusi dunia,” pungkasnya.

Dalam pengujian ini, disaksikan langsung oleh Wakil Walikota Banjar terpilih, Nana Suryana, Ketua Dewan Pembina Yayasan Maharya Pati, Romo Ndaru Kusumo, Ketua Pembina Maharya Pati Kota Banjar, Ganda Koswara, Ketua Maharya Pati Kota Banjar, Dalija, serta sejumlah awak media. (Hermanto/R5/HR-Online)

Loading...