139 KK di Pasirnagara Ciamis Alami Krisis Air Bersih

Ratusan Kepala Keluarga (KK) di wilayah Dusun Cilangkap, Desa Pasirnagara, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, terpaksa memanfaatkan air rembesan untuk dikonsumsi. Foto: Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Ratusan Kepala Keluarga (KK) di wilayah Dusun Cilangkap, Desa Pasirnagara, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, terpaksa memanfaatkan air rembesan untuk dikonsumsi. Hal itu dilakukan karena selama musim kemarau tahun ini mereka krisis air bersih.

Dari pantauan Koran HR, sedikitnya 139 KK di wilayah RT 01, 02 dan 03 RW 01, Dusun Cilangkap, Desa Pasirnagara, memanfaatkan air sumur rembesan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Mimi, warga Cilangkap, ketika ditemui Koran HR, Selasa (09/10/2018), menuturkan, kondisi tersebut sudah berlangsung selama empat bulan. Selama krisis air bersih, warga juga belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Selama empat bulan terakhir ini kami terpaksa memanfaatkan air sumur rembesan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Meski jaraknya lumayan jauh, tapi apa boleh buat, karena sumur rembesan ini satu-satunya sumber air yang masih bisa kita manfaatkan,” katanya.

Mirin, warga lainnya, ketika dimintai tanggapan, Selasa (09/10/2018), mengaku tidak lagi menghiraukan masalah kesehatan saat mengonsumsi air yang bersumber dari sumur rembesan.

“Mau bagaimana lagi, hanya air sumur rembesan ini yang menyelamatkan kami dari krisis air. Kami hanya pasrah dan mengharapkan bantuan air bersih dari pemerintah. Terus terang saja, selama empat bulan kami mengalami kesulitan air, belum satu kali pun ada bantuan air bersih, padahal kami sangat membutuhkan sekali,” katanya.

Ketua RT 01, Cucu, ketika dikonfirmasi Koran HR, Selasa (09/10/2018), mengatakan, krisis air bersih yang melanda wilayahnya sudah sangat memprihatinkan. Menurut dia, ratusan warga terpaksa harus mengambil air dari sumur rembesan yang jaraknya cukup jauh.

“Warga mengambil air untuk konsumsi dari sumur rembesan yang ada di kampung sebelah bawah. Kadang warga rebutan karena sumber air yang ada hanya mampu menampung air dengan skala kecil. Jika sudah jam 10, airnya pasti habis, ada lagi nanti sore, itupun airnya agak keruh bercampur kotoran tanah,” katanya.

Kepala Desa Pasirnagara, Kusmana, saat ditemui Koran HR, Selasa (09/10/2018), mengaku kaget mendengar kabar tentang krisis air bersih yang dialami 139 KK di wilayah RT 01, 02 dan 03, RW 01, Dusun Cilangkap.

“Kami malah baru tahu ada warga krisis air bersih. Setahu kami, di wilayah itu ada sumber mata air yang diambil menggunakan (selang). Baik Ketua RT maupun Kadus tidak ada yang melapor kepada kami,” terangnya.

Namun demikian, sebelum mengambil langkah lebih lanjut, Kusmana mengaku akan mengecek terlebih dahulu kondisi krisis air bersih yang dialami 139 KK di wilayah RT 01, 02 dan 03, RW 01, Dusun Cilangkap.

“Jika nanti ada pengiriman air bersih, apakah warga akan mengijinkan jalannya untuk dilalui mobil pengangkut air,” ujarnya. (Suherman/Koran HR)

Loading...