38 Tahun, Sejumlah SD di Pangandaran Tak Miliki Tempat MCK

Salah satu sekolah yang belum memiliki fasilitas tempat MCK. Foto: Entang SR/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- SDN 4 Padaherang, Kabupaten Pangandaran yang berdiri sejak tahun 1982 silam sampai saat ini belum memiliki tempat MCK. Kondisi itu menjadi keprihatinan sendiri di tengah pembangunan yang terus dilakukan oleh pemerintah.

Kepala SDN 4 Padaherang, Dahlan, tidak adanya fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK) di sekolahnya tersebut membuat para siswa maupun guru terpaksa menggunakan fasilitas milik warga. Bahkan, tidak sedikit dari siswa yang membuang hajatnya di kebun yang tidak jauh dari sekolah.

“Ada juga yang pulang hanya ingin buang air kecil atau air besar lantaran di sekolah tidak ada. Makanya, kita sangat perlu sekali adanya MCK ini di sekolah,” kata Dahlan kepada Koran HR, Senin (01/10/2018).

Karena tidak adanya fasilitas MCK di sekolah, lanjut Dahlan, pihaknya kerap mendapatkan protes dari orang tua siswa yang menyayangkan sekolah belum bisa membangun MCK tersebut. Dari protes itu, orang tua siswa sempat berinisiatif untuk memberikan sumbangan guna pembangunan toilet, namun ditolak sekolah dan komite dengan alasan masuk dalam kategori pungli.

“Kita hanya bisa berharap adanya bantuan dari pemerintah melalui Disdikpora Pangandaran terkait persoalan ini. Di kita bukan hanya toilet, ruang perpustakaan juga sangat dibutuhkan,” pungkasnya.

Yuyu, Kepala SDN 2 Bagolo, Kecamatan Kalipucang, juga mengeluhkan fasilitas MCK di sekolahnya. Menurutnya, fasilitas MCK idealnya untuk 20 siswa terdapat 1 toilet.

“Sekarang musim kemarau apalagi, kami di sini kesulitan air. Makanya siswa kami maupun guru yang ingin buang hajat mesti ke rumah warga, bahkan ada yang pulang ke rumah dulu,” katanya.

Menanggapi soal itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Pangandaran, Agus Nurdin, mengatakan, persoalan tersebut sudah masuk dalam pembahasan di Disdikpora. Meski begitu, saat ini pihaknya tengah fokus pada penyediaan sarana ruang belajar.

“Jika sarana ruang belajar sudah beres, baru kita melangkah ke yang lain, salah satunya adalah toilet. Untuk tempat MCK ini, kita ada bantuan CSR sebanyak 10 unit yang mana tersebar di berbagai sekolah yang ada di 10 kecamatan. Jadi, satu kecamatan hanya satu sekolah yang dapat bantuan ini. Mudah-mudahan setelah kita bangun ruang kelas, bisa lanjut ke sana,” pungkasnya. (Ntang/Koran HR)

KOMENTAR ANDA