Banyak Warga Ciamis yang Bertahan di Palu dan Donggala Pasca Gempa dan Tsunami

Bupati Ciamis, Iing Syam Arifin, saat menerima warga Ciamis yang menjadi korban gempa dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala Sulteng, di Pendopo Bupati Ciamis, Rabu (18/10/2018). Sementara dilaporkan masih banyak warga Ciamis yang masih bertahan di Palu dan Donggala. Foto: Fahmi/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Warga Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, tampaknya masih banyak yang memilih bertahan di Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, pasca terjadinya bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda daerah tersebut pada Jum’at (28/09/2018) lalu. Warga Ciamis yang bertahan di Palu dan Donggala itu mereka yang mengikuti program transmigrasi.

Hal itu dikatakan Kustoyo (40), salah satu korban gempa dan tsunami Palu dan Donggala yang juga warga Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, usai menggelar silaturahmi dengan Bupati Ciamis, Iing Syam Arifin, di Pendopo Bupati Ciamis, Rabu (18/10/2018).

“Warga Ciamis yang bertahan di Palu dan Donggala itu mereka yang merantau melalui program transmigrasi. Mereka hampir semuanya tidak pulang dan masih bertahan di tempat pengungsian. Jumlahnya mencapai puluhan kepala keluarga,” ujar Kustoyo.

Menurut Kustoyo, dirinya bersama 3 warga Ciamis lainnya bisa pulang ke Ciamis, setelah mendapat tumpangan pesawat hercules dari Makasar ke Jakarta. “Kami juga berterimakasih kepada Pemkab Ciamis yang telah membantu memulangkan kami dari Palu ke kampung halaman,” ujar Kustoyo, yang sudah bertahun-tahun merantau di Kota Palu sebagai pedagang ini.

Saat diundang ke Pendopo Bupati Ciamis, Kustoyo datang bersama tiga warga Ciamis lainnya yang sama-sama merantau di Kota Palu. Ketiga warga Ciamis itu adalah Harun Saepudin, warga Dusun Gadog Desa Sukahurip Kecamatan Cihaurbeuti,
Arif Saepul Bahri warga Dusun Gadog Desa Sukahurip Kecamatan Cihaurbeuti dan
Asep Saepulloh, warga Dusun Baketrak Desa Cihaurbeuti Kecamatan Cihaurbeuti.

Di tempat yang sama, salah satu korban gempa dan tsunami lainnya, Asep Saepulloh, mengatakan, dirinya memutuskan pulang kampung ke Ciamis tujuannya untuk menenangkan diri setelah shock menjadi salah satu orang yang merasakan guncangan gempa dan tsunami yang sangat dasyat tersebut.

“Terutama anak dan istrinya saya sangat shock sekali. Kami ingin menenangkan diri di kampung halaman sembari memulihkan mental untuk melupakan kejadian kelam tersebut,” ujarnya.

Selain itu, kata Asep, pihak pemerintah pun menganjurkan kepada para perantau di Kota Palu untuk pulang ke kampung halamannya masing-masing. Sebab, lanjut dia, dari pada bertahan di tempat pengungsian, lebih baik pulang kampung.

“Hidup di kampung halaman tentunya lebih nyaman ketimbang berada di tempat pengungsian. Selain itu, untuk meringankan pemerintah agar lebih fokus mengurus para pengungsi dari warga asli setempat,” ujarnya.

Namun begitu, lanjut Asep, dirinya tidak akan lama-lama tinggal di kampung halaman dan akan segera kembali ke Palu. Karena dirinya terikat pekerjaan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Mungkin minggu depan saya kembali ke Palu. Sementara anak dan istri saya tinggal di Ciamis. Kalau membawa anak istri ke Palu tentunya kasihan juga. Sebab kondisi di Palu saati ini serba sulit menyusul banyak infrastruktur yang rusak,”  ujarnya.

Sementara itu, Bupati Ciamis, Iing Syam Arifin, mengaku bersyukur seluruh warga Kabupaten Ciamis yang merantau ke Kota Palu dan Donggala semuanya selamat dari dampak bencana gempa dan tsunami. Menurut dia, pihaknya akan memfasilitasi warga Ciamis yang berada di Palu dan Donggala untuk segera pulang kampung.

“Asal melapor kepada kami, pasti akan dibantu untuk dipulangkan. Termasuk warga Ciamis yang sekarang sudah pulang dan ingin kembali ke Palu, juga akan kami bantu untuk difasilitasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itupun Bupati Ciamis memberikan bantuan kepada 4 keluarga warga Kabupaten Ciamis yang menjadi korban gempa dan tsunami Palu dan Donggala. (Fahmi/R2/HR-Online)