Berenang di Muara Sungai, Bocah di Pangandaran Tenggelam Hingga Tewas

Sandi (11), ditemukan tewas setelah sebelumnya tenggelam saat berenang bersama teman-temannya di muara sungai Lembah Putri atau tepatnya di Desa Putrapinggan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Kamis (04/10/2018) sekitar pukul 14.00 WIB. Foto: Aceng/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Seorang bocah yang diketahui bernama Sandi (11), warga Dusun Karangsari RT 04/RW 01, Desa Putrapinggan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, ditemukan tewas setelah sebelumnya tenggelam saat berenang bersama teman-temannya di muara sungai Lembah Putri atau tepatnya di Desa Putrapinggan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Kamis (04/10/2018) sekitar pukul 14.00 WIB.

Dari informasi yang dihimpun, bocah kelas 6 Sekolah Dasar (SD) itu berenang di muara sungai bersama 6 temannya. Namun naas, saat korban asik berenang, tiba-tiba saja tenggelam dan sempat hilang dalam beberapa menit. Diduga korban tenggelam ke lubang air yang berada di tengah muara.

“Muara sungai itu memang terlihat seperti dangkal. Apalagi sekarang musim kemarau, dimana airnya tengah menyusut. Memang kalau dipinggirnya dangkal. Tetapi di tengah muara ada lubang seperti sumur yang memang cukup dalam. Diduga korban tenggelam ke lubang tersebut,” ujar Ketua RT Dusun Karangsari Rt04/RW 01, Desa Putrapinggan, Nana Ruherdiana (50).

Menurut Nana, korban ditolong oleh beberapa orang yang tengah memancing di sekitar muara. Waktu itu,kata dia, teman korban berteriak minta tolong dan memberitahukan kepada pemancing bahwa salah satu temannya tenggelam saat berenang.

“Beberapa orang pemancing kemudian turun ke muara sungai dan melakukan pertolongan terhadap korban. Dan dalam waktu sekitar sekitar 20 menit, para pemancing berhasil mengangkat korban ke tepi sungai,” katanya.

Saat dilakukan pertolongan pertama, kondisi detak nadi korban sudah melemah, karena kekurangan oksigen. Kemudian dilakukan nafas buatan untuk mengeluarkan air dari tubuhnya. “Yang keluar dari mulut korban tak hanya air, tetapi juga muntah-muntah yang disertai darah. Melihat kondisi korban yang sudah kritis, kemudian dilarikan ke puskesmas terdekat,” ujarnya.

Namun, saat di perjalanan menuju puskemas, ternyata korban menghembuskan nafas terakhirnya. “Pertolongan yang dilakukan para pemancing sebenarnya sudah maksimal. Namun takdir berkata lain,” katanya.

Sementara itu, salah seorang pemancing yang ikut menolong korban, Jajat (30), mengungkapkan, sebelum korban tenggelam, dirinya melihat sekelompok anak kecil tengah berenang di muara. Bahkan, beberapa bocah diantaranya ada yang meloncat dari tepi sungai ke aliran muara sungai.

“Waktu itu saya tidak menegur mereka. Karena saya pikir mungkin mereka sudah terbiasa berenang di tempat itu. Apalagi mereka berenang hanya di pinggiran sungai,” ujarnya.

Namun, kata dia, selang beberapa menit kemudian, dirinya dikejutkan oleh teriakan minta tolong dan memberitahukan ada orang yang tenggelam. “Saya dengan beberapa kawan langsung replek melepaskan kail pancing, dan langsung berlari menuju TKP untuk menolong korban. Tapi sayang, meski korban sudah berhasil tertolong, kondisinya lemah dan akhirnya meninggal dunia,” pungkasnya. (Ceng/R2/HR-Online)