Gedung Baru Siap Digunakan, SDN 2 Muktisari Banjar Terkendala Biaya Pindahan

Pembangunan gedung SDN 2 Muktisari yang baru telah selesai sejak bulan Agustus lalu, dan kini sudah siap digunakan. Photo: Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Gedung SDN 2 Muktisari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, telah selesai dibangun sekitar bulan Agustus lalu, dan kini siap ditempati. Pembangunan gedung sekolah ini sebagai pengganti dari dampak tergusurnya pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama.

Pihak sekolah tersebut menyatakan sudah siap menempati bangunan baru pada awal tahun 2019 mendatang. Namun, pihaknya terkendala biaya operasional untuk pengangkutan perlengkapan dan peralatan sekolah, seperti meja, kursi, lemari, buku-buku perpustakaan dan sebagainya. Karena, dana BOS tidak bisa digunakan untuk kebutuhan tersebut.

“Untuk sekarang-sekarang ini kami belum siap menempati gedung sekolah baru, karena akan mengganggu kegiatan belajar mengajar. Paling juga bisa pindah nanti pada awal tahun atau mengawali semester genap 2019,” kata Kepala SDN 2 Muktisari, Aleh, saat ditemui Koran HR, Selasa (02/10/2018).

Meski begitu, pihaknya kini tengah memikirkan persoalan ini, dan sudah disampaikan pula kepada kepada Dinas PU Kota Banjar, ketika pihak dinas menanyakan kapan siap pindah. Namun, dalam hal ini Dinas PU hanya siap menyediakan mobil pengangkut barang sekolah saja. Sedangkan, untuk biaya atau upah kerja yang mengangkutnya akan coba minta bantuan pihak CV atau pelaksana proyek pembangunan SDN ini.

“Harapan kami tentu pemerintah melalui dinas terkait dapat sekaligus mengupayakan kebutuhan biayanya. Belum lagi kan gedung baru itu belum lengkap atau belum sesuai dengan jumlah RKB seperti gedung semula. Hal itu juga jadi persoalan,” ungkap Aleh.

Dia menyebutkan, pada gedung sekolah yang dulu memiliki 6 RKB, satu ruang guru, satu ruang perpustakaan, satu ruang UKS dan satu ruang gudang. Sementara, pada gedung baru ini hanya tersedia 5 ruangan.

“Mungkin barang-barang yang ada di gudang sekolah ini, solusi kami sementara akan disimpan di gedung BPP milik Dinas Pertanian. Kalau dipaksakan semua dibawa ke tempat gedung baru tidak akan memadai. Menurut Dinas PU, kekurangan sarana prasarana itu akan dipenuhi dalam pembangunan di tahun 2019 mendatang,” tuturnya.

Lebih lanjut Aleh mengatakan, meski pihaknya sudah siap menempati bangunan sekolah yang baru ini, namun sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan serah terima dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banjar.

Pihak sekolah pun berharap segera dilakukan serah terima. Pada intinya, pihak sekolah bersama orang tua siswa sudah siap menempati bangunan baru dan juga sedang merencanakan acara syukuran.

“Keinginan acara syukuran ini sesuai keinginan orang tua siswa, dan akan dirundingkan bersama komite sekolah,” kata Aleh.

Sementara itu, salah satu orang tua siswa, yang juga selaku anggota Komite Sekolah, Miswan, berharap kepada pemerintah supaya bisa menuntaskan atau memfasilitasi seutuhnya atas bangunan gedung SD yang baru.

“Sarana prasarana sekolah di awal ini harus bisa terpenuhi seutuhnya pada lokasi bangunan baru. Juga persoalan biaya operasional untuk pengangkutan barang-barang sekolah yang ada, diharapkan dapat difasilitasi,” ucapnya. (Nanks/Koran HR)

KOMENTAR ANDA