Harga Pakan dan DOC Ayam Meroket, Peternak di Ciamis Curhat kepada Sandiaga Uno

Calon Wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga Uno, menggelar pertemuan dengan peternak Ayam Petelur di, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (15/10/2018). Dalam kesempatan itu, peternak di Ciamis curhat ke Sandiaga. Foto: Fahmi Albartiansyah/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Sejumlah peternak yang tergabung dalam Komunitas Peternak Ayam Petelur Priangan Timur menggelar pertemuan dengan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga Uno, di rumah (ketua komunitas peternak ayam Priatim) di Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (15/10/2018).

Dalam pertemuan tersebut, para peternak di Ciamis curhat kepada Sandiaga mengenai meroketnya harga pakan dan DOC yang dipengaruhi dari kenaikan kurs dolar. Mereka berharap apabila Prabowo-Sandi memenangi pertarungan Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2019 mendatang, diminta konsen dalam memperbaiki kondisi perekonomian nasional. Karena dengan naiknya kurs dolar, sangat berdampak terhadap kenaikan seluruh harga kebutuhan pokok.

“Sulitnya ekonomi saat ini sangat dirasakan oleh kami sebagai peternak. Meski harga telur di pasaran naik, namun tidak membuat kami untung. Karena kenaikan harga jual juga dibarengi dengan kenaikan harga pakan dan DOC. Jadi, bagi kami bukannya untung, justru malah memberatkan,” kata Ketua Komunitas Peternak Ayam Petelur Priangan Timur, Akaw.

Akaw juga berharap kondisi ekonomi nasional agar segera pulih, sehingga harga pakan dan DOC bisa kembali stabil. Menurutnya, kenaikan kurs dolar selalu berdampak terhadap harga pakan dan DOC. Dia pun berharap pemerintah agar mendorong swasembada dalam memenuhi ketersedian pakan. Hal itu agar tidak bergantung pada pasokan import.

“Kalau kurs dolar naik pasti saja harga pakan juga naik. Karena pasokan pakan ayam dipenuhi dari suplai import yang harganya bergantung pada kondisi dolar,” ujarnya.

Setelah peternak di Ciamis curhat kepada Sandiaga, kemudian langsung ditanggapi. Sandiaga menyatakan bahwa Prabowo-Sandi sudah memiliki solusi untuk memperbaiki kondisi perekonomian nasional. Dia pun sepakat bahwa Indonesia harus mulai lepas dari ketergantungan import. Caranya, dengan meningkatkan swasembada, khususnya dalam urusan kebutuhan pangan.

Menurut Sandiaga, untuk menekan harga pakan ayam agar kembali stabil, pemerintah harus bisa menjamin ketersediaan jagung yang merupakan bahan baku dari pakan.

“Agar harga pakan murah, kita harus berusaha untuk melakukan swasembada jagung. Tidak hanya urusan pakan saja, tetapi untuk semua kebutuhan pangan. Kalau kita bisa swasembada, tentu tidak akan bergantung lagi pada barang import yang harganya tergantung pada kurs dolar,” ujarnya.

“Kami Prabowo-Sandi sangat yakin bahwa dengan kekayaan alam Indonesia yang melimpah ini, kita bisa melakukan swasembada,” tegasnya.

Selain itu, Sandiaga juga berjanji akan memperhatikan pelaku usaha kecil menengah (UKM) agar bisa bersaing dan membantu menggeliatkan perekonomian nasional. Menurutnya, agar pelaku UKM bisa eksis dalam persaingan bisnis, pemerintah harus membantu dengan cara mempermudah rantai penjualan.

“Jadi konsen kita tidak hanya memperbaiki kondisi perekonomian saja, tetapi juga para pelaku usaha khususnya UKM harus bisa maju dan bersaing dalam era persaingan global ini. Waktu saya menjabat (Wagub) di DKI Jakarta, sudah menerapkan pola dalam mempermudah rantai penjualan pasokan barang dari pelaku UKM, salah satunya peternak ayam dari Blitar untuk memasok kebutuhan pangan di Jakarta. Alhamdulilah berhasil dan sampai sekarang masih berjalan,” ujarnya.

Sandiaga juga menjanjikan akan menyediakan bantuan permodalan untuk para pelaku UKM apabila Prabowo-Sandi memenangkan pertarungan Pilpres tahun 2019 mendatang. (Fahmi/R2/HR-Online)