Hati-hati! Perangkat Elektronik Bisa jadi Penyebab Kanker Pada Tubuh

Perangkat Elektronik Bisa jadi Penyebab Kanker Pada Tubuh. Photo : Net/Ist.

Berita Kesehatan, (harapanrakyat.com),- Sejumlah bahan makanan yang diolah secara instan dapat memicu kanker pada tubuh. Namun, penyebab kanker ternyata tak hanya berkutat pada makanan cepat saji saja. Beberapa hal lain seperti perangkat elektronik hingga polusi lingkungan pun bisa menjadi pemicunya.

Dikutip dari Health24.com, Selasa (02/10/2018), ada beberapa hal yang menjadi penyebab kanker, tapi jarang diketahui oleh kita. Apa saja? Berikut ini penjelasannya;

Perangkat Elektronik

Ponsel merupakan jenis barang pertama dalam kategori perangkat elektronik yang dapat menyebabkan manusia menderita kanker. Berdasarkan peneliti yang dilakukan oleh Asosiasi Kanker Afrika Selatan (CANSA), mengungkap bahwa, pada dasarnya ponsel memancarkan energi frekuensi radio, dan jumlah pengguna telepon seluler sudah meningkat secara signifikan selama bertahun-tahun.

Sedangkan, menurut National Cancer Institute (NIH), radiofrekuensi merupakan bentuk radiasi elektromagnetik yang bisa dibagi menjadi dua jenis, yakni pengion (sinar-X, radon, serta sinar kosmik), dan non pengion (frekuensi radio dan frekuensi daya).

Ponsel sendiri dikategorikan di bawah radiasi elektromagnetik non pengion dan tidak bisa merusak DNA atau sel secara langsung, namun hasil penelitian menunjukkan hal itu dapat meningkatkan risiko kanker dengan mengurangi tingkat melatonin dalam tubuh. Melatonin sudah terbukti menekan perkembangan tumor.

Asap Diesel

Lembaga Kesehatan Dunia atau WHO menyebutkan bahwa, asap mesin diesel diklasifikasikan sebagai karsinogenik pada manusia, sama halnya dengan asap rokok. Kita tak bisa menghindari asap diesel dan bensin ketika terjebak macet.

Dengan polutan seperti itu dapat lebih merusak kesehatan. Karena, semakin banyak uap diesel yang dihirup, maka semakin tinggi risiko terkena masalah pernapasan seperti asma dan kanker paru.

Alkohol

Menurut National Cancer Institute (NIH), alkohol mampu meningkatkan risiko berbagai jenis kanker, termasuk kanker mulut, tenggorokan, kerongkongan, payudara dan laring atau kotak suara hati. Risiko ini akan semakin meningkat bagi mereka yang suka mengkonsumsi alkohol dan juga merokok.

Sebelumnya, sebuah penelitian menemukan bahwa alkohol sangat terkait dengan diagnosis kanker payudara. Peneliti menyarankan untuk membatasi konsumsi minuman beralkohol. Bagi  wanita harus membatasi konsumsi alkohol satu gelas per hari, sedangkan pria dua gelas per hari.

Duduk Terlalu Lama

Aktivitas fisik serta olahraga bisa berpotensi menurunkan risiko terkena kanker yang berbeda maupun penyakit kronis lainnya. Berdiam diri seperti duduk atau berbaring terlalu lama bisa secara drastis meningkatkan risiko kanker, utamanya kanker kolon dan endometrium.

Menurut National Cancer Institute (NIH), orang yang aktif secara fisik punya risiko hampir 25 persen lebih rendah terkena kanker usus besar, dibandingkan dengan mereka yang kurang aktif secara fisik.

Memasak dengan Suhu Tinggi

Konsumsi makanan sehat serta menjalani gaya hidup sehat dapat mencegah sejumlah penyakit kronis. National Cancer Institute (NIH) melaporkan bahwa, saat daging dimasak pada suhu tinggi, seperti menggoreng dalam panci atau memanggangnya di atas nyala api terbuka, maka heterocyclic amines (HCAs) serta zat kimia polisiklik aromatik hidrokarbon (PAH) terbentuk.

HCA dibuat saat asam amino, gula, dan creatine bereaksi terhadap suhu tinggi. Di sisi lain, PAH terbentuk ketika lemak dan jus dari daging di atas api yang terbuka menetes ke dalam api atau menyebabkan api.

Sebuah penelitian mengungkap, paparan yang signifikan terhadap HCA serta PAH bisa menyebabkan kanker pada hewan. Tumor payudara, usus besar, paru-paru, kulit, hati, dan prostat berkembang pada subjek uji hewan.

Meski dosis yang diberikan jauh lebih tinggi pada subjek uji hewan dibanding dikonsumsi oleh manusia. Hal itu merupakan bukti yang menunjukkan bahwa memasak daging dengan suhu tinggi bisa mempunyai efek negatif terhadap kesehatan dan saluran pencernaan. (Eva/R3/HR-Online)

Loading...