IGD RSUD Banjar Dipenuhi Korban Kecelakaan Bus Rombongan Al Ma’soem Bandung

Salah satu korban kecelakaan tunggal Bus Pariwisata MDH Trans yang terguling di Putrapinggan, Kabupaten Pangandaran mendapat perawatan medis di IGD RSUD Kota Banjar. Foto: Hermanto/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Pasca kecelakaan tunggal Bus Pariwisata MDH Trans yang terguling di Putrapinggan, Kabupaten Pangandaran, ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kota Banjar kini dipenuhi puluhan penumpang yang menjadi korban kecelakaan bus tersebut.

Sejumlah penumpang kecelakaan bus mengaku shock atas peristiwa tersebut. Termasuk yang dialami Ato Taufik (44) warga Rancaekek, Bandung.

“Jujur kami sangat shock atas kejadian ini, tujuan kami mau berwisata dari Bandung ke Pantai Pangandaran,” katanya kepada HR Online, di IGD RSUD Banjar, Sabtu (27/10/2018).

Ato menuturkan, ia bersama anaknya yang paling besar selamat dari kecelakaan bus tersebut, namun istri dan anaknya yang paling kecil mengalami luka parah karena duduk di bagian baris sebelah kiri bus.

“Istri dan anak saya yang paling kecil mengalami luka parah, dan harus dioperasi karena wajahnya terkena kaca jendela bus,” imbuhnya.

Ato melanjutkan, bus yang mengalami kecelakaan ini adalah bus nomor 13 dari 14 bus pariwisata yang mengangkut rombongan Al Ma’sum Bandung.

Menurutnya, sebelum kejadian sopir menghindari motor yang datang dari arah berlawanan kemudian banting stir ke kiri, sehingga badan bus membentur tebing. Karena jalan licin, lanjutnya, sopir tidak bisa mengendalikan stir hingga akhirnya oleng dan terguling.

“Sejak di perjalanan sopir memang sudah ga enak karena ugal-ugalan saat mengemudikan bus ini, hingga akhirnya mengalami kecelakaan,” ujarnya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun saat ini sebanyak 26 orang yang mengalami luka parah dari 51 penumpang, tengah mendapat perawatan medis di RSUD Kota Banjar.

Diberitakan HR Online sebelumnya, bus parawisata sarat penumpang dengan nopol D 7570 VC, dilaporkan mengalami kecelakaan tunggal hingga posisinya terguling dan menghalangi seluruh badan jalan, di jalur Emplak-Lembah Putri atau tepatnya di Desa Putrapinggan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu (27/10/2018), sekitar pukul 06.15 WIB.

Sementara itu, sopir Bus Parawisata DMH Trans, Deni Hidayat (44), yang juga warga Kampung Pajagalan RT 03/04 Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, mengatakan, bus yang dikemudikannya bisa hilang kendali dan akhirnya terguling akibat dari mesin yang mendadak mati.

“Saya waktu itu kaget ketika mesin mendadak mati hingga bus oleng ke kiri jalan. Saat bus hilang kendali, ternyata datang sepeda motor dari arah berlawanan. Waktu itu saya mencoba menghindar agar tidak menabrak sepeda motor. Namun naas, laju bus oleng lagi ke kanan jalan, kemudian tergelincir dan akhirnya terguling,” katanya.

Deni melanjutkan, di dalam bus yang dikemudikannya, terdapat 51 penumpang yang terdiri dari pelajar, guru dan karyawan SPBU milik Yayasan Al Ma’soem Bandung. Menurutnya, rombongan yang berjumlah ratusan itu berangkat dari Bandung menggunakan 14 bus dengan tujuan wisata ke pantai Pangandaran. (Hermanto/R5/HR-Online)

Berita  Terkait

Di Pangandaran, Bus Parawisata Terguling Tutup Badan Jalan, Banyak Penumpang Terluka

(Video) Bus Parawisata yang Terguling di Pangandaran Angkut Pelajar Al Ma’soem Bandung

Ini Penyebab Bus Rombongan Yayasan Al Ma’soem Bandung Terguling di Pangandaran