Meretas Pohon Kurma menjadi Icon Kota Banjar

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Berawal dari mencoba-coba menyemai biji kurma konsumsi yang berhasil tumbuh sebanyak 80 pohon benih, akhirnya Erwanto bertekad untuk meretas pohon kurma menjadi Icon kota Banjar.

“Biji kurma yang disemai waktu itu sebanyak 200 biji, akan tetapi yang berhasil tumbuh dengan baik hanya 80 pohon saja. Hoby menyemai berawal dari tanaman untuk hias, kemudian kepikiran kenapa tidak mencoba menyemai kurma,” ucap Erwanto kepada HR Online Sabtu (06/10/2018).

Keinginan menyemai pohon kurma, menurut Erwanto, tidak berniat untuk menjadi penjual benih kurma, akan tetapi hanya berharap kota Banjar memiliki ciri khas yaitu banyaknya pohon kurma tertanam di setiap mesjid yang tentunya memiliki lahan.

“Dari 80 pohon benih kurma yang disemai awal itu, sudah sebagian terdistribusi untuk ditanam disejumlah mesjid yang ada di kota Banjar, rata-rata 5 pohon kurma yang akan ditanam disetiap mesjid,” jelasnya.

Penyemaian kurma tahap awal itu, lanjut Erwanto, merupakan jenis kurma arab dan waktu penyemaian hingga 12 bulan hingga tumbuh dengan baik. “Kurma arab memang memerlukan waktu lama mulai dari penyemaian, bahkan hingga kelak berbuah. Perlu 7 tahun pohon kurma arab mampu untuk berbuah, itu pun dengan syarat pemeliharaan dengan intensif hingga penyerbukan,” ujarnya.

Kelemahan lain dari bibit pohon kurma arab yaitu, memiliki kans fifty fifty bisa berbuah atau tidaknya. “Sudah lama waktu penyemaian hingga waktunya berbuah, itupun kans bisa berbuahnya masih dipertanyakan,” tandasnya.

Untuk itu, menurut pengalamannya, Erwanto menyarankan bila ingin menanam pohon kurma arab, lebih baik membeli bibit anakan dari induk pohon yang sudah berbuah. “Selain waktu cepat, bisa dipastikan pohohn kurmanya berbuah seperti induknya, meski memang harganya satu pohon anakan atau tunas cukup mahal yaitu bisa mencapai 2,5 juta belum termasuk ongkos kirim,” jelasnya.

Saking hobby kepada pohon kurma, serta ingin mewujudkan menjadi icon kota Banjar, Erwanto pada tanggal 1 Oktober 2018 lalu, membuka kebun pembibitan khusus kurma skala rumahan dengan luas lahan sekitar 100 meter persegi.

Akan tetapi kebun pembibitannya, sudah tidak lagi menyemai bibit kurma arab, Erwanto memilih varietas Henks 1 atau lebih dikenal H1, pohon kurma bibit tropis yang memiliki keunggulan cepat dalam penyemaian dan waktu berbuah dari mulai tanam tunas hanya 2 tahun.

“ Bibit biji H1 langsung dibeli impor dari Thailand, karena memang disana jenis ini dikembangkan,” ucapnya.

Harga satuan biji kurma H1itu 35 ribu, dengan minimal pembelian 100 biji. Dan saat ini dikebun peresemaian yang telah diresmikan, Erwanto tengah menyemai biji H1 dan kurma arab, yang nantinya akan ditanam dikebun seluas 3,8 hektar di Pesantren Sirnarasa Panjalu.

“Tapi itu masih program jangka lama, karena benihnya juga baru disemai. Dan sebanyak 250 pohon kurma akan ditanam di sekitar kampus Sirnarasa,” tambahnya.

Untuk lahan seluas 3,8 hektar, dengan jarak tanam 5×5 meter saja, kelak bakal tertanam sebanyak 1500 pohon kurma di Pesantren Sirnarasa. Selain menjadi kebun kurma terluas pertama di Priangan timur, kebun juga diharapkan bisa menjadi pusat edukasi bagi mereka yang ingin berkebun kurma.

“Kalau yang di Banjar akan tetap menjadi kebun semai dan indukan pohon kurma, dan nantinya akan banyak pohon kurma yang ditanam baik di kota Banjar atau daerah lainnya yang berasal dari kebun semai skala rumahan ini,” harap Erwanto. (SBH/R1/HR-Online)

KOMENTAR ANDA