Milangkala ke-6, Pangandaran jadi Tujuan Wisata Dunia Makin Nyata

Ketua DPRD Pangandaran, H Iwan M Ridwan. Foto: Istimewa

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Di usia Kabupaten Pangandaran yang ke-6 sejak mekar dari Kabupaten Ciamis, Ketua DPRD Pangandaran, H Iwan M Ridwan mengharapkan tujuan pemekaran bisa terlaksana dengan baik, yakni menjadi Pangandaran hebat, masyarakatnya sejahtera dan Pangandaran menjadi tujuan wisata dunia.

Menurut H Iwan, pemerintah daerah bersama DPRD terus bahu membahu untuk bisa menjawab harapan para pejuang Pangandaran, yakni presidium.

“Presidium pemekaran waktu itu memikirkan bagaimana agar pelayanan terhadap masyarakat lebih baik, pembangunannya lebih maju, dan juga masyarakatnya lebih sejahtera, itu yang paling utama dari tujuan pemekaran waktu itu. Sekarang di usia yang ke-6 ini sudah mulai terjawab,” kata H Iwan M Ridwan saat diwawancara Koran HR, Sabtu (20/10/2018) lalu.

Sesuai dengan visi misi yang dijalankan Bupati dan Wakil Bupati, lanjut H Iwan, pihaknya juga terus berusaha mewujudkan Pangandaran sebagai daerah tujuan wisata dunia. Bahkan, dengan adanya arahan dari Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, yang juga akan fokus dalam membangun Pangandaran lebih baik dari sebelumnya.

“Gubernur Jawa Barat akan melakukan penataan langsung kawasan wisata Pantai Pangandaran dengan anggaran sekitar Rp 50 sampai Rp. 65 miliar. Dari jumlah Rp 40 miliar, di antaranya penataan Pantai Timur sebesar Rp 13 miliar, Pantai Barat Rp. 27 miliar. Selain itu, ada juga rencana pembangunan masjid terapung yang berada di tengah laut,” jelas H Iwan lagi.

Masih kata H Iwan, sejak Pangandaran berpisah dari Ciamis, masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang perlu dikerjakan, terutama bidang infrastruktur yang hampir 75 persen kondisinya rusak berat. Namun setelah adanya Bupati Definitif sejak 3 tahun lalu, sudah terlihat arah pembangunannya dan sudah bisa dilihat langsung oleh masyarakat. Apalagi Pangandaran saat ini sudah memiliki Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) lima tahun ke depan yang dijabarkan setiap tahunnya.

“Janji-janji kampanye sudah kita laksanakan, seperti pendidikan sudah kita gratiskan sampai 12 tahun, bagaimana hak-hak dasar masyarakat terutama pelayanan kesehatan, pengobatan di tiap Puskesmas sudah digratiskan, termasuk biaya persalinan dan biaya ambulance-nya juga gratis,” jelasnya.

Sementara itu, sambung H Iwan, pembangunan infrastruktur jalan seperti di beberapa ruas jalan protokol juga sudah diselesaikan, halnya jalan Cimerak-Sindangsari-Cimedang, ruas jalan Pangleseran-Cikohkol, begitupun ruas jalan Pangleseran-Cibatu-Ciwilis-Gunungkelir sampai dengan Cintalahab tahun ini sudah beres semua. Yang akan dikerjakan selanjutnya adalah jalan protokol yang berbatasan langsung dengan Jawa Tengah mulai jalan protokol Paledah-Maruyungsari sampai jalan protokol Kertajaya yang berbatasan dengan wilayah Kecamatan Purwadadi Kabupaten Ciamis.

“Untuk yang di wilayah Manganti yang langsung tembus ke Kabupaten Cilacap itu memang belum kita selesaikan. Namun untuk yang lainnya sudah beres,” tegasnya.

Adapun untuk fasilitas kesehatan berupa 15 Puskesmas, kata H Iwan, di antaranya 9 Puskesmas rawat inap yang sudah sangat layak seperti hotel bintang 3 dengan fasilitas kamar tidur yang dilengkapi TV, AC, kamar mandi serta WC.

“Pembangunan rumah sakit saat ini sudah berjalan di tahun ke 2 dan dalam tahap penyelesaian di targetkan bulan Juli 2019 nanti sudah beres. Pembangunan rumah sakit juga masuk dalam RPJMD yang menjadi tujuan pembangunan prioritas paling utama,” kata Iwan lagi.

Masih kata H Iwan, meskipun harapan masyarakat Pangandaran begitu kompleks, namun dengan semangat kinerja Bupati Jeje Wiradinata dan H Adang Hadari ia yakin keinginan tersebut bisa terjawab satu persatu. Seperti halnya sejak kepemimpinan 3 tahun ini fokus pada 4 program prioritas, yakni kesehatan gratis, pendidikan gratis 12 tahun, penataan infratruktur dan pariwisata.

“Alhamdulillah sekarang kita sudah dua tahun berturut-turut mendapatkan predikat Daerah Otonomi Baru (DOB) terbaik se-Indonesia, itu luar biasa. Ditambah lagi kita mendapatkan penilaian tertinggi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI yang sudah dua tahun berturut-turut. Mudah-mudahan saja tahun depan kita dapat lagi. Dengan prestasi ini patut untuk dibanggakan. Kami atas nama DPRD Pangandaran dan atas nama masyarakat Pangandaran menyampaikan terimakasih yang tak terhingga yang terhormat kepada Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran, semoga terus diberikan kekuatan, kesehatan dan umur panjang hingga akhir jabatannya nanti,” harap H Iwan.

Kaitannya dengan kinerja DPRD Pangandaran, lanjut H Iwan, pihaknya sudah bekerja dalam pembuatan Perda yang sudah mencapai 84 Perda, pembahasan anggaran yangt selalu tepat waktu dan pengawasan yang sudah berjalan dengan baik, meskipun terkadang pemahaman masyarakat berbeda yang mana kinerja DPRD kerap disamakan dengan inspektorat atau BPK RI.

“Padahal kita sudah jelas hanya memiliki tiga fungsi kewenangan. Adapun jika kita bandingkan DPRD Kabupaten Pangandaran dengan DPRD kabupaten/kota lainya yang ada di Jawa Barat, Insya Allah dan Alhmadulilah kita cukup baik dan bisa sejajar,” kata Iwan M Ridwan.

Terakhir, H Iwan atas nama pimpinan DPRD mengucapkan terimakasih kepada seluruh anggota DPRD yang selalu semangat dalam tugas yang diembannya serta menjalankan kewajibannya dengan baik. Hal itu terbukti dengan adanya pembangunan yang bisa dilihat dan dirasakan oleh masyarakat. (Mad/Koran HR)