Pelajar di Ciamis Tenggelam Hingga Tewas Saat Berenang di Sungai Citanduy

Ilustrasi Pelajar di Ciamis Tenggelam. Foto: Ist/Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Seorang pelajar MTs Al Munawar bernama Cecep (15), warga Dusun Gareumpay, Desa Gegempalan, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, dilaporkan tewas setelah sebelumnya tenggelam di Sungai Citanduy atau tepatnya di Desa Gegempalan, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Sabtu (13/10/2018). Korban sebelumnya tengah mengikuti kegiatan kemah Pramuka yang diadakan pihak sekolah yang bertempat di dekat Sungai Citanduy.

Menurut Kabid Kedarutan dan Logistik BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, setelah mendapat laporan adanya pelajar di Ciamis tenggalam, pihaknya langsung menerjunkan tim Tagana BPBD Ciamis ke lokasi kejadian.

“Tim Tagana BPBD bersama Polsek, perangkat desa, guru dan warga setempat melakukan pencarian di tempat korban sebelumnya berenang. Setelah melakukan pencarian selama 5 jam, akhirnya korban ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa,” ujarnya, kepada HR Online, Minggu (14/10/2018).

Ani menambahkan, sebelum ditemukan tenggelam, sempat terjadi simpang siur informasi, dimana ada yang menyebut korban tenggelam dan ada pula yang menyebut korban hilang tersesat. “Tapi, dari keterangan beberapa teman korban, kuat dugaan bahwa korban tenggelam. Setelah dilakukan pencarian di Sungai Citanduy, ternyata benar korban ditemukan,” katanya.

Ani menjelaskan, kejadian pelajar di Ciamis tenggalam ini bermula ketika korban tengah mengikuti kegiatan Pramuka yang diadakan pihak sekolah (MTS Al Munawar). Korban bersama beberapa temannya saat itu tengah menanak nasi liwet untuk santap makan siang. Di saat temannya sibuk mempersiapkan makanan, korban ternyata memilih untuk berenang di Sungai Citanduy atau tepatnya di blok Leuwi Kun Kun Desa Gegempalan.

“Salah seorang temannya waktu itu melihat korban sedang berenang. Tak lama kemudian, korban berteriak sembari melambaikan tangan tanda meminta tolong. Namun, temannya mengira bahwa korban hanya bercanda atau berpura-pura tenggelam,” terangnya.

Setelah hidangan nasi liwet matang dan hendak makan bersama, lanjut Ani, seluruh regu Pramuka berkumpul. Namun, saat anggota regu dihitung, ternyata kurang satu yaitu Cecep.

“Guru pembimbing kemudian meminta seluruh siswa untuk bersama-sama mencari Cecep. Setelah dilakukan pencarian selama satu jam, ternyata tidak ditemukan. Setelah ada keterangan dari temannya bahwa korban sebelumnya berenang, kemudian muncul dugaan korban tenggelam,” ujarnya.

Pihak sekolah pun langsung melaporkan kejadian itu ke pihak desa setempat dan laporan diteruskan ke Polsek Cikoneng dan Tim Tagana BPBD Kabupaten Ciamis. (R2/HR-Online)