Minggu, Januari 23, 2022
BerandaBerita BanjarPemdes Mekarharja Banjar Klarifikasi Soal Proyek Jalan Keep

Pemdes Mekarharja Banjar Klarifikasi Soal Proyek Jalan Keep

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Pemdes Mekarharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, mengklarifikasi terkait proyek pembangunan jalan keep dari Bantuan Provinsi (Banprov) di wilayah RW.09, Dusun Cibentang, Desa Mekarharja, disoal warga. Sebagaimana yang dikatakan salah seorang warga setempat kepada Koran HR, beberapa waktu lalu.

Hal tersebut ditegaskan Pjs. Kepala Desa Mekarharja, Hendi Sumantri, saat dikonfirmasi Koran HR, Minggu (30/09/2018). Pihaknya juga membantah soal tidak dilibatkannya dalam musyawarah mengenai rencana pembangunan jalan tersebut.

“Kami Pemdes Mekarharja mengklarifikasi bahwa berita itu tidak benar adanya, dikarenakan sebelumnya kami telah mengadakan mediasi dengan pihak RT, RW, masyarakat setempat dan Direktur CV Fajar Mekar Perkasa selaku penyedia barang,” terangnya.

Lebih lanjut Hendi mejelaskan, mediasi yang digelar tanggal 18 September 2018 itu juga dihadiri oleh BPD, Babinkamtibmas, Babinsa, serta FKPM Desa Mekarharja, bertempat di kediaman Ketua RT.22, RW.09.

Adapun hasil dari mediasi tersebut menyatakan bahwa, warga masyarakat di wilayah proyek pembangunan jalan keep telah sepakat untuk melaksanakan swadaya upah tenaga kerja dan penyediaan alat bantu, yakni cons mixer atau mesin molen. Swadaya dilakukan karena tidak adanya alokasi dana dari Banprov.

Kemudian, disepakati pula tambahan swadaya untuk material dari masyarakat, lantaran masyarakat setempat menginginkan lebar jalan keep tambahan mengikuti lebar jalan yang sudah ada sebelumnya.

“Pada hari Sabtu, tanggal 29 September 2018, pekerjaan jalan keep di RW.09 dan tambahan di RW.08 telah selesai dikerjakan. Sedangkan, jumlah swadaya yang terkumpul dari upah tenaga kerja, material dan konsumsi adalah Rp 40.708.000,” jelasnya.

Hendi juga menyebutkan, bahwa perhitungan awal volume untuk rabat beton dengan ukuran panjang 1.156 meter, lebar 1,2 meter dan tinggi 0,06 meter atau 83,232 m3, dan volume akhir 93,23 m3. Sedangkan, luas awal untuk pengaspalan dengan ukuran panjang 1.156 meter, lebar 1,2 meter atau 1.387,2 m2, dan luas akhir 1.402,5 m2.

Sementara itu, Dede Rohanda, warga setempat yang merasa namanya dicatut oleh Eko, masih warga setempat, dengan menyebutkan kalau dirinya pun mempermasalahkan soal swadaya berupa materi, maupun mengenai ketebalan cor jalan keep tersebut.

“Jadi gini, waktu itu Eko nanya ke saya begini, mang Dede ari mang Dede dipinta duit heunteu? Gitu kata Eko, terus saya jawab, henteu, ngan ari motor mah memang ditarik, ngan abi mah da teu apal, tapi da wajar ditarik ge, jaba itu mah kesepakatan warga, ngan 5 rebu, begitu jawab saya. Terus dia bilang lagi ke saya, katanya mang Dede abi tos laporan ka media, aran mang Dede dicantumkeun, bisi mang Dede ditanya sing sarua kitu jawabanna,” terang Dede.

Dengan demikian, kata Dede, dirinya mengklarifikasi atas pernyataan yang mencatut namanya, karena samasekali tidak merasa berkata seperti itu. (Eva/Koran HR)

- Advertisment -