Pemkab Pangandaran Upayakan Pembukaan Rute Penerbangan Baru

Ridwan Kamil saat membicarakan penataan wisata di Pangandaran di Gedung Sate. Foto: Istimewa

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pangandaran melakukan koordinasi ke Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat terkait pembukaan rute penerbangan baru di Bandara Nusawiru Pangandaran.

Kepala Bappeda Pangandaran Agus Satriadi melalui Kepala Badan (Kaban) Fisik dan Sarana Prasarana Bappeda Pangandaran, Asep Suhendar, mengatakan, bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi terkait pembukaan rute penerbangan baru di Bandara Nusawiru Pangandaran.

Pada saat koordinasi, kata Asep, langsung diterima Bidang Perhubungan Udara, yakni oleh Agus dan Heru.

“Setelah koordinasi tersebut, Dishub Jabar langsung menghubungi Wings Air serta akan mengadakan peralatan kelengkapan, seperti alat pemadam kebakaran yang kini sedang dilaksanakan dan diperkirakan selesai bulan Oktober ini,” kata Asep Suhendar, Jum’at (28/09/2018) lalu.

Selain persiapan itu, lanjut Asep, juga penyediaan tenaga teknis yang sudah memenuhi standar kualifikasi. Karena pembukaan tranportasi ini merupakan akibat dari aktifitas manusia, kata Asep, maka dari dasar pembukaan rute tersebut harus berdasarkan pada pemenuhan kebutuhan manusia.

Menurutnya, Pangandaran sangat memerlukan berbagai penunjang untuk meningkatkan pariwisata. Maka dari itu, kaitannya dengan pembukaan jalur baru ini, pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata perlu melakukan Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA).

“Pariwisata Pangandaran itu belum muncul dalam pembahasan oleh ASITA saat Dishub Provinsi melakukan koordinasi dengan ASITA. Makanya ini perlu segera dilakukan. Sementara itu, hasil lainnya dalam koordinasi kemarin, Dishub Provinsi masih terkendala data dan informasi potensi penumpang. Makanya, ini yang perlu kita sampaikan datanya ke sana,” kata Asep lagi.

Adapun kaitannya potensi penumpang, kata Asep, tidak hanya fokus pada pariwisata saja, akan tetapi bidang lain seperti bisni, Umroh, Tenaga Kerja Asing (TKA) juga perlu dibahas lebih lanjut.

“Dalam hal ini Bappeda akan menindaklanjuti dengan terlebih dahulu melakukan kajian potensi penumpang. Kajian dapat dilaksanakan swakelola penuh atau dengan melibatkan tenaga ahli dari PT. Ini yang sedang kita proses. Rencananya kita mau buat Pokja khusus, kerjasama dengan ITB. Pak Kabag sedang komunikasi sama Pak Bupati, mudah-mudahan ada solusi,” pungkas Asep Suhendar. (Mad/Koran HR)