Polres Ciamis Ungkap Kasus Judi Online, Penjaga Warnet Diamankan

Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso, saat menggelar konferensi pers terkait kasus judi online, di Mapolres Ciamis, Selasa (23/10/2018). Foto: Heri Herdianto/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Jajaran Satreskrim Polres Ciamis ungkap kasus judi online. Polisi mengamankan seorang operator warung internet (Warnet) di Jalan RE Martadinata, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, berinisial Bel (26), pada Sabtu malam (20/10/2018). Diduga dia memfasilitasi dan memberikan kesempatan kepada pengunjung warnet untuk berselancar judi online.

Mulai terungkapnya kasus judi online ini berawal dari informasi masyarakat yang melaporkan bahwa banyak pengunjung di warnet tersebut sering beraktivitas judi online. Setelah itu, polisi melakukan penyelidikan. Saat polisi melakukan razia ke sejumlah warnet di pusat perkotaan Ciamis, akhirnya tertangkap tangan para pengunjung warnet tengah berselancar judi online.

Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso, saat menggelar konferensi pers, di Mapolres Ciamis, Selasa (23/10/2018), mengatakan, dari hasil razia yang dilakukan anggotanya, didapati ada warnet yang mengoperasikan praktek judi online.

“Satu orang operator warnet dan 5 orang pengunjung langsung kami amankan ke Mapolres Ciamis untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

Bismo menambahkan, dari hasil pemeriksaan, pihaknya menetapkan operator warnet sebagai tersangka dalam kasus ini. Sebab, kata dia, operator warnet dengan sengaja memfasilitiasi pengunjung untuk melakukan judi online jenis poker.

“Selain itu, kami pun mengamankan barang bukti 6 set komputer, 1 set komputer server, handphone, 5 kartu ATM dan bukti transfer sebesar Rp 3,4 juta yang dikirim ke bandar judi online,” ujarnya.

Bisma mengungkapkan, dari pengakuan tersangka, pengunjung yang melakukan judi online di warnet tersebut rata-rata orang dewasa. Namun, tambah dia, pernah juga ada beberapa orang pelajar. “Tersangka sengaja membuka warnet, khusus untuk judi online. Bisnis ini dimulai dari Januari 2018,” imbuhnya.

Akibat perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan Undang-undang ITE dan pasal 303 KUHPidana dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara atau denda Rp 1 miliar. “Kami menghimbau kepada masyarakat agar jangan mengunakan fasilitas warnet untuk judi online. Gunakanlah warnet untuk kegiatan positif guna menambah pengetahuan serta wawasan,” pintanya. (Her2/R2/HR-Online)