Seniman Kota Banjar Galang Donasi Untuk Korban Gempa Palu Di Sulteng

Koordinator perkumpulan seniman Kota Banjar, Edi Susanto saat menggelar acara penggalangan dana untuk korban gempa, tsunami dan likuifaksi di Palu Sulawesi tengah, Sabtu malam (06/10/2018). Foto: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Seniman yang tergabung dalam gerakan kemanusiaan perkumpulan seniman kota Banjar peduli bencana gempa bumi Palu, Sigi, Donggala di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), menggalang dana untuk para korban, di taman kota dan Alun-alun kota Banjar, selama dua hari Sabtu-Minggu (6-7/10/2018).

Dalam penggalangan dana, para seniman menampilkan hiburan musik dangdut yang diisi oleh para musisi dangdut kota Banjar. Dan sejumlah musisi band serta para seniman lainnya memeriahkan gelaran galang donasi untuk korban gempa Palu di Sulteng.

Para pengunjung Taman kota dan Alun-alun kota Banjar sangat antusias dengan gelaran penggalangan donasi dana yang dikemas dengan sejumlah hiburan musik dan aksi seni lainnya.

“Berdonasi untuk korban gempa palu, tapi juga kita disuguhi berbagai macam seni dan hiburan musik dari para seniman kota Banjar. Ini konsep yang baru dan menarik,” ujar Agus pengunjung Taman kota kepada HR online Sabtu malam (06/10/2018).

hal senada dikatakan Vera, warga Ciamis yang tengah singgah di Taman kota Banjar. Menurutnya, para seniman yang melakukan penggalangan dana dengan menampilkan kemampuan berkeseniaanya, patut di acungi jempol.

“Biasanya penggalangan donasi itukan identik hanya meminta bantuan begitu saja, tapi dengan konsep menggelar sejumlah kegiatan seni, para donatur merasa terhibur dan sukarela memberikan donasinya. Bravo, patut dipertahankan budaya ini,” ucapnya.

Sementara itu, koordinator kegiatan Edi Susanto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk simpati dan solidaritas bagi korban bencana gempa, Tsunami dan likuifaksi di Palu, Sigi, Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah.

“Sebagai seniman, kami ingin membantu saudara-saudara yang terkena musibah di Palu dengan menyuguhkan kemampuan dalam berkesenian, dan para penonton mau menyisihkan rezekinya untuk donasi ini,” jelas Edi Susanto yang juga seorang gitaris aliran musik rock metal.

Kusnadi seorang musisi dangdut kota Banjar, mengatakan, selain penggalangan dana berbentuk uang, dalam kegiatan tersebut juga panitia menerima sumbangan pakaian bekas yang masih layak dari para penonton dan masyarakat sekitar.

“Saudara-saudara kita yang berada di Palu, Sigi dan Donggala saat ini sangat membutuhkan bantuan pakaian dan selimut, karena harta benda mereka hilang terbawa arus tsunami dan lumpur likuifaksi,” ucap Kusnadi yang kerap dipanggil Jupen ini.

Kepala Bidang Kebudayaan kota Banjar, Oom Supriatna mengaku, sangat mengapresiasi dengan apa yang dilakukan para seniman. Kegiatan semacam ini dapat memberikan penguatan moril bagi para korban bencana Palu.

“Cara Bergotong royong dan rasa solidaritas dari para seniman ini patut dicontoh komunitas lainnya, untuk meringankan para korban bencana di Palu,” kata Oom.

Masyarakat dapat menyalurkan bantuan berupa uang melalui nomor rekening 000800090010 Bank BJB atas nama Perkumpulan Seniman kota Banjar. Dana dan sumbangan pakaian bekas yang terkumpul nantinya akan diserahkan ke Pemerintah kota Banjar, kemudian langsung disalurkan kepada para korban bencana di Palu, Sigi dan Donggala di Sulteng melalui intansi terkait. (Hermanto/R1/HR-Online)