Sumpah Pemuda di Lakbok Ciamis, Herman Sutrisno Dorong Masyarakat Kreatif dan Inovatif

Refleksi sumpah pemuda dan diskusi yang berlangsung di Aula Desa Sukanagara. Foto: Muhafid/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Ratusan pemuda di Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis menggelar refleksi sumpah pemuda dan diskusi yang berlangsung di Aula Desa Sukanagara. Kegiatan yang digagas Perserikatan Mahasiswa Lakbok Jaya (Persmalaya) dan Forum Pemuda Lakbok Jaya tersebut menghadirkan mantan Walikota Banjar, dr. H. Herman Sutrisno, Sabtu (27/10/2018).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ratusan pemuda Lakbok tersebut terdiri dari berbagai elemen kepemudaan, seperti Pemuda Pancasilan, GP Ansor, Balad Galuh, OI, Karang Taruna serta elemen kepemudaan lainnya yang ada di Lakbok. Sementara itu, hadir dalam kesempatan itu sejumlah Kepala Desa maupun Tokoh Masyarakat setempat.

Rafi, Ketua Persmalaya, mengatakan, dalam refleksi sumpah pemuda tersebut merupakan sarana para pemuda bisa bangkit dan semangat lagi dalam membangun bangsa, terutama di daerahnya seperti di Lakbok. Pasalnya, ia yakin keberadaan pemuda sangat penting sekali dalam mengawal proses pembangunan di tiap wilayah, baik pembangunan SDM, aparatur pemerintah maupun pembangunan mental.

“Kita sudah tahu sendiri dulu pemuda yang mendorong agar bangsa ini segera merdeka. Selain itu, tak sedikit pula ungkapan-ungkapan yang menyatakan betapa pentingnya gerakan pemuda untuk membangun bangsa. Maka melalui kesempatan ini, kita harap para pemuda di Lakbok dari berbagai OKP serta wadah yang ada bisa bersama-sama membangun Lakbok lebih baik,” tegasnya.

Sementara itu, dr. H Herman Sutrisno, menegaskan bahwa keberadaan pemuda sangat penting sekali dalam proses mengawal pembangunan. Berdasarkan data tahun 2010, dr. Herman mengungkapkan, angka pengangguran dari kalangan pemuda secara nasional mencapai angka sekitar 12 persen dari jumlah penduduk di Indonesia. Sedangkan dari kalangan orang tua hanya sekitar 4 persen.

“Ini tantangan bagi kita semua karena jumlah pengangguran lebih banyak pemuda dibandingkan dengan orang tua. Melalui refleksi sumpah pemuda ini, sudah semestinya kita tidak lagi berseteru antara organisasi, antar kampung, atau antar wilayah. Akan tetapi kita harus bisa tunjukkan kepada dunia bahwa  pemuda Indonesia, pemuda Lakbok itu bisa bersaing secara sehat, berani berkreasi dan berani berinovasi,” tegasnya.

Guna membangun daerah, dr. Herman menambahkan, pemuda harus memiliki 3 hal yang harus diimplementasikan, yakni memiliki semangat memperbaiki diri sendiri dan daerah, memiliki kemauan untuk maju dan berubah ke arah lebih baik, serta memiliki kemampuan untuk bersaing di zaman yang serba digital ini.

“Kalau mau Lakbok maju, pemuda juga harus bisa melihat iklim di wilayahnya. Potensi apa saja yang bisa diolah dan dijual, ini untuk pribadi pemuda itu sendiri. Sedangkan untuk kedaerahan, tinggal bagaimana dorongan pemuda kepada pemerintah daerah untuk bisa melakukan kerjasama dengan berbagai pihak agar pembangunan di Lakbok itu bisa lebih baik,” pungkasnya. (Muhafid/R6/HR-Online)