Wajib Tahu! Ini Hadist Tentang Pelihara Kucing, Hewan Kesayangan Rasulullah SAW

Wajib Tahu! Ini Hadist Tentang Pelihara Kucing, Hewan Kesayangan Rasulullah SAW. Photo: Net/Ist.

Berita Gaya Hidup, (harapanrakyat.com),- Kucing merupakan hewan kesayangan Rasulullah SAW. Dari sekian banyak jenis hewan yang bisa dipelihara, diketahui Nabi Muhammad lebih memilih memelihara kucing.

Sebagai umat muslim, pastinya kita sudah sangat familiar dengan kisah tersebut. Dalam sebuah hadist dikatakan bahwa, siapapun yang berani menyiksa hewan mamalia ini, sejatinya bakal diganjar hukuman kejam di akhirat nanti.

Dari sahabat Nabi Muhammad, Ibnu Umar ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Seorang wanita dimasukkan ke dalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberinya makan, bahkan tidak diperkenankan makan binatang-binatang kecil yang ada di lantai. (HR. Bukhari).”

Seperti dirangkum dari berbagai sumber, Sabtu (06/10/2018), saking sayangnya pada kucing, Rasulullah pun berpesan bahwasanya kita sebagai manusia harus menyayangi kucing peliharaan kita, sama seperti sayangnya kepada sanak keluarga.

Dalam sejarahnya disebutkan, hewan kesayangan Rasulullah SAW itu diberi nama Mueeza. Salah satu kebiasaan Mueeza yang sangat disukai oleh Nabi yaitu selalu mengeong setiap kali mendengar lantunan suara adzan.

Disebutkan lebih lanjut, bahwa Nabi Muhammad SAW sendiri menegaskan kalau kucing tidaklah najis sehingga tidak menyulitkan bagi manusia. Karena, otot pada bagian kulit kucing selain untuk menyesuaikan sentuhan manusia, juga untuk menangkal telur bakteri.

Lidah kucing pun berguna untuk membersihkan bulunya sendiri. Bila Anda melihat kucing menjilati badannya dengan lidahnya, itu tandanya kucing tersebut sedang membersihkan dirinya sendiri dari kotoran atau kuman.

Tidak seperti anjing, jika kita terkena air liurnya saja itu berarti kita terkena najis berat, sehingga harus segera dibersihkan dengan air atau tanah sebanyak 7 kali.

Dijelaskan pula pada bagian punggung kucing, bagian dalam telapak kaki, pelindung mulut, serta ekornya, juga tidak terdapat kuman. Bahkan, hal tersebut dilakukan terhadap kucing dari berbagai perbedaan usia maupun kondisi kulit, dan ini sudah dibuktikan melalui banyak penelitian.

Begitu pula dengan cairan sampel yang diambil dari bagian permukaan lidah kucing. Bahkan, Rasulullah SAW bersabda, “Ia tidak najis. Ia binatang yang berkeliling.”

Diriwayatkan juga dalam hadist (H.R AlBaihaqi, Abd Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni), bahwa istri Nabi, yakni Aisyah, pernah melihat Rasulullah SAW berwudhu dari sisa jilatan kucing.

Allah SWT menciptakan kucing sebagai hewan yang begitu bersih, tidak najis sehingga tidak menyusahkan manusia, bahkan kucing diberi kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri.

Itulah salah satunya yang membuat Rasulullah SAW begitu menyayangi dan menempatkan kucing di posisi istimewa. (Eva/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA