Warga Banjar Korban Gempa dan Tsunami Palu Sulteng dapat Bantuan dari Walikota

Walikota Banjar beserta jajaran saat mengunjungi salah satu keluarga korban gempa dan tsunami Palu. Foto: Hermanto/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Dua keluarga korban gempa dan tsunami Palu yang merupakan warga Kota Banjar yang selamat dari bencana beberapa waktu lalu mendapat bantuan dari Walikota Banjar berupa paket sembako.

Hal ini dilakukan saat Walikota Banjar, Ade Uu Sukaesih beserta jajarannya pada Senin (15/10/2018) kemarin menjenguk dua keluarga korban tersebut di Lingkungan Parungsari RT 7/3, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar dan Lingkungan Parunglesang, Kelurahan Banjar, Kecamatan Banjar, Kota Banjar.

Dua keluarga yang menjadi korban bencana di Sulawesi Tengah tersebut adalah Surastini (50), Ros (21), Agus Sulaeman (20), dan Ratih Puspitasari (18), di lingkung Parungsari, serta Zulkifli (50), Sabina putri (15), dan Rani oktaviani (23) di lingkung Parunglesang.

Walikota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih, mengatakan, bahwa Pemerintah Kota Banjar akan membantu keluarga Surastini dengan cara membayarkan kontrakan untuk tempat tinggal sementara.

“Insyaallah kita tempatkan, kalau ada rumah kotrakan setahun dulu, kebetulan pak RT masih saudaranya, jangan terlalu jauh dari keluarga, karena mereka masih trauma,” ujarnya.

Selain itu, Walikota pun memberi bantuan kursi roda, karena Ros (21) salah satu anak dari Surastini (50) menderita difable.

“Kami pun memberi bantuan kursi roda untuk anaknya yang menderita difable,” imbuhnya.

Kemudian, Walikota beserta rombongan pun mendatangi kepada keluarga korban lainnya di Parunglesang. Di sana, ia mengatakan bahwa Sabina (15) anak dari Zulkifli akan disekolahkan di SMP 1 Banjar.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Capilduk dan Dinas Pendidikan,” singkatnya.

Keluarga korban gempa dan tsunami Palu mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Kota Banjar dan PMI Kota Banjar yang telah membantu memulangkan mereka dari Palu Sulawesi Tengah ke kampung halaman di Kota Banjar, Jawa Barat. (Hermanto/R6/HR-Online)