Warga Banjar Minta Kendaraan Lapis Baja di Citanduy Diangkat

Anak-anak tengah jongkok di bagian atas kendaraan lapis baja yang terkubur di dasar Sungai Citanduy. Mereka pun memberi tanda menggunakan bambu kecil untuk menandakan dimana tank tersebut terkubur. Photo: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Warga Kota Banjar meminta kendaraan lapis baja peninggalan zaman Belanda yang terkubur di Sungai Citanduy, tepatnya di wilayah RW.3, Lingkungan Parungsari, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, bisa segera diangkat. Pasalnya, kendaraan perang jenis Panser itu dianggap punya nilai sejarah yang kuat.

Hal tersebut diungkapkan Na’im (65), salah seorang warga Parungsari, kepada Koran HR, Minggu (07/10/2018). Menurutnya, kendaraan lapis baja itu merupakan peninggalan zaman penjajahan Belanda, dan sudah puluhan tahun terkubur di Sungai Citanduy.

“Kalau kendaraan jenis Panser itu diangkat, pasti akan menjadi daya tarik tersendiri bagi warga,” ujarnya Na’im.

Warga Parungsari lainnya, Otang (64), mengatakan, saat musim kemarau panjang tahun 2011, ada enam orang tukang barang bekas/rongsok yang mencoba menggali kendaraan tersebut dari dasar sungai dengan menggunakan alat manual. Namun, baru empat hari digali, debit air Citanduy naik sehingga kendaraan lapis baja itu pun terkubur kembali.

“Mereka (tukang rongsok) menggalinya hingga bagian atas kendaraan lapis baja itu terlihat. Tapi baru empat hari digali, debit air sungai naik dan merendam kembali kendaraan tersebut,” kata Otang.

Deni Wahyudi (42), warga Banjar lainnya, mengatakan, masyarakat Banjar pada tahun 2012 pernah dibikin heboh ketika ada isu kalau kendaraan lapis baja itu akan diangkat oleh petugas dari instansi terkait di lingkup Pemkot Banjar.

Pada waktu itu, masyarakat tampak berbondong-bodong datang memenuhi sebagian Jalan Brigjen M Isa hingga ke lokasi dimana kendaraan lapis baja tersebut berada. Mereka ingin melihat langsung kendaraan perang bekas peninggalan zaman Belanda yang terkubur di dasar Sungai Citanduy.

“Namun hingga kini belum ada tindak lanjut atau kepastian kapan kendaraan lapis baja itu akan diangkat oleh Pemerintah Kota Banjar melalui instansi terkait lainnya,” ujar Deni.

Ditemui terpisah, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banjar, Oom Supriatna, melalui Kasi. Musium Kepurbakalaan, Sejarah dan Nilai-Nilai Tradisional (Muskalajarahnitra), Hotimah, mengatakan, penemuan Panser peninggalan Belanda ini merupakan sebagai bentuk sejarah. Untuk itu, dalam minggu ini pihaknya pun akan meninjau ke lokasi.

“Mumpung air sungai sedang surut, dalam minggu ini insya Allah kami akan meninjau ke lokasi di mana kendaraan lapis baja itu tertimbun,” kata Hotimah.

Jika nanti kendaraan tersebut berhasil diangkat, maka pihak Kebudayaan nantinya akan berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait. Rencananya Panser itu akan dipajangkan di Taman Kota Lapang Bhakti Banjar.

“Selain memiliki nilai sejarah, jika berhasil diangkat rencananya akan dipajang di Taman Kota, hal ini supaya menjadi daya tarik sendiri bagi para pengunjung Taman Kota,” terang Hotimah.

Sementara itu, Wakil Walikota Banjar terpilih, Nana Suryana, mengaku setuju jika kendaraan lapis baja itu segera diangkat dari dasar sungai. Menurutnya, Panser tersebut merupakan aset sejarah.

“Penemuan ini merupakan aset sejarah, sehingga masyarakat bisa mengetahui bagaimana asal mula sejarahnya Panser tersebut ditemukan di Sungai Citanduy,” kata Nana.

Kini, kendaraan lapis baja itu mulai terlihat bagian atasnya, sehingga setiap sore banyak anak-anak yang menaiki atau hanya sekedar main di atas tank tersebut sambil berenang di sungai. (Hermanto/Koran HR)