Balapan Liar Tengah Malam di Kawali Ciamis Resahkan Warga

Ilustrasi Balapan Liar. Foto: Ist/Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Kegiatan balapan liar malam hari yang dilakukan kalangan remaja di jalan nasional, tepatnya di wilayah Desa Kawalimukti, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis disoal warga. Pasalnya, warga merasa kegiatan balapan liar tersebut mengganggu malam istirahat mereka.

Warga yang enggan disebutkan identitasnya, ketika ditemui Koran HR, Senin (26/11/2018), menuturkan bahwa kegiatan balapan liar kalangan remaja di malam hari itu sudah bukan lagi rahasia.

“Biasanya (balapan) dilakukan sekitar tengah malam, pukul 00.00 WIB. Starnya dari kawasan Cicadas dan finish di pertigaan Pogirsari,” katanya.

Menurut sumber Koran HR, karena kegiatannya dilaksanaan larut malam, jelas kegiatan balapan liar tersebut mengganggu warga yang ingin beristirahat. Selain itu, kegiatan balapan juga mengganggu pengguna jalan karena berada di jalur nasional yang lumayan banyak kendaraan.

“Meski larut, kondisi jalan masih ramai dilewati kendaraan (umum/pribadi) yang lewat, jadi sangat membahayakan. Warga juga sangat terganggu, karena suara kendaraannya bising,” katanya.

Warga menyarankan pihak berwenang melakukan patroli malam dan mengupayakan tindakan preventif (pencegahan) agar fenomena aksi balapan malam di kawasan tersebut tidak terjadi lagi.

Senada dengan itu, Yono, warga Dusun Pogorsari, ketika ditemui Koran HR, Senin (26/11/2018), mengatakan bahwa kegiatan balapan liar di jalur nasional tersebut sudah menjadi rahasia umum. Sebab, kegiatan balapan liar tersebut juga menjadi tontonan warga.

“Kegiatan balapan ini memang sangat membahayakan dan merugikan pengendara lain. Sebab ketika balapan akan dimulai, pengendara dari setiap arah sengaja diberhentikan,” katanya.

Menurut Yono, para pembalap liar tidak memikirkan waktu untuk pengendara lain yang ingin melewati jalur tersebut. Selain itu, dia juga menduga kegiatan balapan liar malam hari itu belum tercium oleh petugas.

“Perlu ada upaya tindakan tegas agar kegiatan balapan liar ini tidak menjadi rutinitas. Selain aparat, masyarakat lingkungan, orang tua dan dunia pendidikan juga perlu mengawasinya, karena mayoritas peserta balapan merupakan kalangan remaja usia sekolah,” katanya. (Dji/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA