Butuh Bantuan, Puluhan Ruang Sekolah di Pangandaran Rusak

Salah satu sekolah yang ruangannya rusak dan perlu bantuan rehab dari pemerintah. Foto: Entang SR/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Kondisi ruangan kelas dari puluhan sekolah dasar (SD) yang berada di lingkungan UPT Pendidikan Kecamatan Padaherang perlu perhatian pemerintah. Pasalnya, banyak ruang sekolah yang dipakai para siswa kondisinya memprihatinkan.

Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Padaherang, Endang Mulyono, mengatakan, di lingkungannya tercatat sebanyak 43 SD yang berada di bawah Disdikpora Pangandaran. Dari jumlah tersebut, 40 persen di antaranya sudah mendapatkan bantuan rehab dari pemerintah, sedangkan yang 60 persen belum mendapatkan bantuan rehab.

“Meskipun yang 60 persen itu kondisinya rusak, namun proses kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Sementara itu, kita juga tidak diam saja dengan melakukan upaya pengajuan ke pemerintah melalui Disdikpora,” kata Endang kepada Koran HR, Senin (05/11/2018).

Dari pengajuan rehab yang sudah diusulkan tersebut, tambah Endang, ia yakin pemerintah bakal merealisasikannya meski harus menunggu terlebih dahulu.

“Insya Alloh yang sudah kita ajukan dapat terealisasi dengan adanya bantuan, baik dari Pemkab Pangandaran, Pemprov Jabar maupun dari Pemerintah Pusat,” pungkasnya.

Teti, Kepala SDN 2 Pasirgeulis, mengatakan, sekolahnya sampai saat ini belum semuanya direhab dan tinggal satu ruangan lagi bekas inpres tahun 1975 yang mana ruangan bagian atapnya rusak. Sehingga, ketika hujan turun dipastikan air masuk ke dalam ruangan.

“Sekolah kami terakhir diperbaiki itu tahun 2008 silam sewaktu masih Kabupaten Ciamis. Karena sekarang sudah masuk Pangandaran, kita harap pemerintah bisa memperhatikan agar para siswa bisa belajar dengan nyaman,” katanya.

Senada juga diungkapkan Kepala SDN 3 Pasirgeulis, Nasihin. Ia mengatakan, ruangan guru di sekolahnya tersebut kondisi bangunannya terbelah. Sehingga, ketika musim hujan atau ketika gempa terjadi, para guru selalu was-was bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

“Kami berharap ada bantuan dari pemerintah untuk memperbaiki kondisi ruangan guru yang hampir ambruk,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SDN 1 Karangmulya, Hamzah, juga mengatakan hal serupa. Ia menyampaikan 4 ruang sekolah dan satu ruangan UKS dalam keadaan rusak, apalagi atapnya yang berupa kayu sudah mulai lapuk dimakan usia.

“Mau bagaimana lagi karena tidak ada ruangan lain, makanya masih dipakai untuk belajar. Kita harap pemerintah bisa memperhatikan fasilitas ruangan sekolah kami,” pungkasnya. (Ntang/Koran HR)

KOMENTAR ANDA