Dilaporkan ke Polisi, Seorang Pria di Ciamis Pamer ‘Burung’ ke Istri Orang Via Video Call

Ilustrasi Video Call via WhatsApp

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Merasa dilecehkan dan tidak terima disuguhi aksi amoral saat menerima panggilan video call via WhatsApp dari seorang pria berinsial Y (34), seorang ibu rumah tangga berinisial M (37), warga Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian.

M yang sudah memiliki suami ini merasa terhina dan direndahkan harga dirinya. Terlebih, dugaan perbuatan amoral yang dilakukan Y, bukan hanya sekali. Atas dasar itulah yang membuat M akhirnya memutuskan untuk menempuh jalur hukum atas kasus pelecehan yang menimpanya.

Saat ditemui HR Online, Rabu (21/11/2018), M mengaku dirinya terpaksa melaporkan Y ke pihak kepolisian. Dia mengatakan dirinya sebagai perempaun merasa harga dirinya diinjak-diinjak oleh perbuatan amoral yang dilakukan oleh Y. “Apalagi saya ini perempuan yang sudah memiliki suami. Diperlakukan hina seperti itu, jelas tidak terima,” tegasnya.

M juga mengaku pada sekitar awal bulan November dirinya yang diantar oleh anaknya sudah memasukan pengaduan terkait kasus dugaan pelecehan ini ke Polsek Pamarican. “Namun, pada hari Jum’at (02/11/2018) lalu, pihak Polsek Pamarican menyarankan agar saya langsung melapor ke Polres Ciamis. Dan pada hari itu juga saya diantar oleh anggota Polsek ke Mako Polres Ciamis untuk membuat pengaduan,” katanya.

Ketika ditanya tentang kronologis kasus ini, M menceritakan, karena dirinya dengan Y sudah saling kenal dan masih tetanggaan satu kampung, awal mula keduanya melakukan percakapan via pesan WhatsApp.

“Ketika awal menerima pesan WhatsApp dari Y, saya mengira dia akan memesan makanan. Karena saya di rumah bisnis makanan. Ya waktu itu saya ladeni dan saya anggap juga dia sebagai tetangga karena sebelumnya sudah saling kenal,” ujarnya.

Namun, lanjut M, lama kelamaan Y malah melunjak dan bertingkah aneh-aneh. Yang paling parah, kata dia, saat Y melakukan aksi pamer ‘burung’ (kemaluan pria) sembari melakukan onani ketika menghubunginya via panggilan video call WhatsApp.

“Awalnya saya juga kaget. Saat menerima panggilan video call dari Y, tanpa basa basi dia langsung memperlihatkan kemaluannya kepada saya. Dia juga tanpa malu melakukan onani. Perbuatan itu bukan hanya satu kali. Hingga saya kemudian risih dan merasa diteror,” katanya.

M juga mengatakan pernah menceritakan aksi pelecehan yang menimpanya kepada teman-temannya. Bahkan, saat curhat kepada temannya, dirinya bilang bahwa sudah teguh pendirian akan melaporkan kasus dugaan pelecehan ini ke pihak kepolisian.

“Waktu itu salah seorang teman bertanya apakah saya punya bukti. Kalau tidak punya bukti katanya saya bisa dituntut balik. Karena saya merasa punya bukti kuat, makanya saya lapor polisi dan sudah siap menerima segala konsekuensinya,” katanya.

M mengaku dirinya memiliki bukti screenshoot percakapan, foto dan rekaman kelakuan Y saat melakukan onani ketika menghubunginya via WhatsApp. “Karena saya sudah merasa kesal dan terhina, akhirnya memutuskan untuk merekam dengan menggunakan aplikasi rekam video ketika Y kembali menghubungi. Pada rekaman video itu jelas dia sedang melakukan onani. Dan bukti-bukti itu sudah saya serahkan ke pihak kepolisian,” tegasnya.

M juga mengaku dirinya tidak memiliki hubungan perselingkuhan dengan Y. Menurutnya, sebelum melakukan pelecehan via WhatsApp, Y pun sering mengirim pesan via media sosial facebook.

“Karena saya sudah bersuami dan percakapan Y via messenger facebook selalu menjurus ke hal-hal yang tidak pantas, makanya saya blokir pertemanan dengan dia di facebook. Tapi, bukannya dia jera, malah kembali menghubungi via WhatsApp dan melakukan perbuatan yang lebih tidak pantas,” tegasnya.

“Saya juga heran, kenapa ada orang seperti itu. Coba pikir saja, suami bukan, pacar bukan, apa-apa juga bukan, kok bisa-bisanya berani melakukan Video Call sambil berbuat amoral. Anehnya lagi, dia seolah tidak merasa bersalah atas apa yang sudah diperbuatnya,” ujarnya menambahkan.

M menegaskan, dirinya melakukan pengaduan ke polisi, selain merasa terhina dan dilecehkan, juga untuk memberikan pelajaran kepada Y agar tidak lagi merendahkan martabat perempuan. “Jangan anggap perempuan itu lemah dan tidak bisa melawan. Dan jangan mentang-mentang dia seorang laki-laki yang bisa seenaknya berbuat apa saja terhadap perempuan,” ungkapnya.

Dihubungi terpisah, Kapolsek Pamarican, AKP Subagja, membenarkan adanya kasus dugaan pelecehan tersebut. Dia mengatakan pihaknya sudah menerima pengaduan dari M pada awal bulan November. “Namun, karena berbagai keterbatasan yang dimiliki Polsek, maka kasus ini kita limpahkan ke Polres Ciamis. Tinggal tunggu saja hasil gelar perkara yang akan dilakukan oleh Polres,” katanya, saat dihubungi HR Online, Rabu (21/11/2018).

Sementara itu, Y saat dikonfirmasi HR Online, mengelak apa yang dituduhkan oleh M. Namun, dia enggan memberikan keterangan lebih lanjut. (Suherman/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA