Dinas Pariwisata Jabar Dorong Pangandaran Angkat Budaya Daerah Jadi Ikon

Kabid Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat, Iwan Darmawan. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Grand Pangandaran fasilitasi workshop Penataan Destinasi Pariwisata Pangandaran bagi stakeholder manager dan pimpinan hotel se Kabupaten Pangandaran dan perbankan PT Bank Jabar salah satu hotel di Pangandaran, Jum’at (02/11/2018) lalu.

Kabid Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat, Iwan Darmawan, mengatakan, dirinya mengharapkan peran dari Bank Jabar sebagai katalisator bisa menjual paket wisata di Pangandaran. Selain itu, ia juga mengharapkan sinergitas antara pihak perbankan dan pengusaha hotel.

“Penataan yang dilakukan oleh Pak Bupati kita apresiasi, sampai fasilitas kantor seadanya tetapi lebih mendahulukan untuk menarik wisatawan dulu demi mendongkrak perkapita daerah,” jelas Iwan Darmawan.

Yang harus didorong terus oleh pemerintah daerah, kata Iwan, adalah akses bandara lintasannya diperpanjang dan penerbangannya ditambah. Menurutnya, ini yang akan mendongkrak perkapita daerah karena satu-satunya kabupaten yang visinya pariwisata mendunia.

“Pangandaran kawasan ekonomi khusus wisata bahari seperti ungkapan Pak Arief Yahya Menparbud RI. Pak Gubernur  juga bilang Pangandaran objek wisata berkelas dunia, termasuk kata Bu Ida Hernida Kadisparbud Jabar bilang Pangandaran primadona kunjungan wisata di Jabar,” katanya lagi.

Menurut Iwan, ikon di Pangandaran itu belum terlihat karena belum muncul. Ia menilai, ikonik itu bukan membangun sesuatu, tetapi juga harus  mengangkat ikon budaya yang ada di Pangandaran, seperti pada bangunan hotel boleh sama, tetapi harus ada ikoniknya seperti bentuknya bukan sekedar minimalis yang orang luar sudah biasa.

“Misalnya hotel fasilitas modern boleh, tapi bukan model yang bentuknya minimalis atau kotak yang orang luar negeri sudah biasa lihat. Buat ciri yang mana di daerah lain tidak ada. Budaya daerah yang terpenting untuk bisa diangkat menjadi ikon Kabupaten Pangandaran,” kata Iwan Darmawan.

Dirinya berharap, adanya festival tari ronggeng misalnya di sepanjang pantai barat yang melibatkan 5000 penari misalnya, itu yang akan membuat ikon atau daya tarik sendiri bagi pariwisata Pangandaran. Sehingga, dengan begitu budaya daerah bisa terangkat dan juga wisata alamnya.

Sementara itu, Bupati Pangandaran, H Jeje Wiradinata, mengatakan, dalam melakukan penataan pantai Pangandaran dirinya tidak mau setengah-setengah dan harus totalitas. Maka dari itu perlu dukungan semua pihak untuk mewujudkannya agar Pangandaran menjadi kabupaten tujuan wisata berkelas dunia.

“Terima kasih kepada Grand Pangandaran yang telah memfasilitasi workshop penataan destinasi pariwisata ini. Mari kita bersama mewujudkan visi Kabupaten Pangandaran berkelas dunia dengan saling sinergi antara pemilik hotel, dunia perbankan dan Pemerintah Daerah. Penataan Pangandaran ini perlu dukungan, juga mohon kewajiban pajaknya ditingkatkan,” kata  Jeje dalam pemaparannya.

Sementara itu, investor yang juga Direktur PT Pancajaya Makmur bersama Grand Pangandaran, Alif joko Surajianto, mengatakan, workshop penataan destinasi pariwisata Pangandaran yang difasilitasi oleh Grand Pangandaran ini bertujuan membantu pemerintah daerah dalam upaya mensosialisasikan pembangunan dan penataan obyek wisata Pangandaran dengan stakeholder serta pemilik dan manajer hotel yang ada di pariwisata pantai Pangandaran.

“Bentuk dukungan kita kepada Pemda adalah dengan membantu mensosialisasikan pembangunan penataan pantai pangandaran tahun 2019 nanti. Mudah-mudahan lancar dan berjalan sukses,” singkat Alif Joko. (Mad/R6/HR-Online)

KOMENTAR ANDA